Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tewaskan 4 Orang Penumpang, Siapakah Pemilik KMP Tunu Pratama Jaya yang Tenggelam di Selat Bali?

Laila Zakiya • Kamis, 3 Juli 2025 | 20:37 WIB

 

KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali
KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali

SOLOBALAPAN.COM - Tragedi tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Rabu malam, 2 Juli 2025, menyisakan duka sekaligus pertanyaan besar publik: siapa sebenarnya pemilik kapal yang menewaskan empat penumpang hingga Kamis (3/7) pagi tersebut?

Peristiwa ini terjadi saat KMP Tunu Pratama Jaya berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, dengan mengangkut 65 orang penumpang dan kendaraan besar serta kecil di dalamnya.

Sinyal bahaya pertama kali dikirim pada pukul 23.17 WIB, dan diterima oleh Dermaga LCM Gilimanuk sekitar 00.16 WITA.

Dalam waktu yang singkat, kapal mengalami kebocoran di ruang mesin, blackout, hingga terseret arus dan terbalik, lalu tenggelam di koordinat -08°09.371', 114°25.1569'.

“Jumlah penumpang (KMP Tunu Pratama Jaya) sebanyak 53 orang, ditambah 12 kru kapal. Selain itu, ada 22 kendaraan yang juga ikut di atas kapal,” jelas Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Tanjungwangi, Ni Putu Cahyani Negara.

Hingga Kamis pagi (3/7), tim SAR berhasil mengevakuasi 35 orang, terdiri dari 31 selamat dan 4 meninggal dunia.

Siapa Pemilik Kapal Tunu Pratama Jaya?

Terkait dengan kepemilikan kapal, informasi yang beredar ternyata berbeda dari satu sumber ke sumber lain.

Dalam salah satu laporan disebutkan bahwa:

KMP Tunu Pratama Jaya merupakan kapal milik operator swasta PT Raputra Jaya.

Namun, sumber lainnya menyatakan bahwa:

Kapal yang melayani penyeberangan Jawa-Bali lewat pelabuhan LCM Ketapang ini berada di bawah bendera PT Pasca Dana Sundari.

Perusahaan PT Pasca Dana Sundari sendiri diketahui merupakan operator pelayaran nasional yang bergerak di jasa transportasi laut penyeberangan.

Selain di jalur Ketapang–Gilimanuk, perusahaan ini juga mengoperasikan kapal di jalur Pelabuhan Torobulu (Konawe Selatan) – Pelabuhan Tampo (Muna).

Disebutkan pula bahwa kapal-kapal ferry milik perusahaan ini sering menggunakan nama yang mirip, dan hanya dibedakan oleh identitas lambung kapal yang tertulis di sisi badan kapal.

 

Pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub menyatakan bahwa investigasi masih berlangsung dan data nama korban masih dalam proses pendataan.

“Para korban saat ini berada dalam penanganan lebih lanjut di Gilimanuk,” ujar Dirjen Hubla Muhammad Masyhud.

Sebanyak 9 kapal SAR dari unsur Basarnas, KSOP, TNI AL, Polairud, dan PT Raputra Jaya telah dikerahkan dalam operasi penyelamatan.

 

Dengan munculnya dua nama operator berbeda — PT Raputra Jaya dan PT Pasca Dana Sundari — publik kini menanti kejelasan resmi dari Kementerian Perhubungan terkait legalitas, perizinan, dan tanggung jawab pemilik kapal atas tragedi ini.

Apalagi, kapal yang digunakan disebut mengalami blackout sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam, menimbulkan dugaan soal kelayakan teknis dan kesiapan darurat kapal tersebut. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#selat bali #kapal tenggelam #kecelakaan #KMP Tunu Pratama Jaya