Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kapal KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, 18 Orang Ditemukan dan 2 Meninggal, Pihak Berwajib Masih Lakukan Rescue

Laila Zakiya • Kamis, 3 Juli 2025 | 17:26 WIB

 

Kapal KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali pada pukul 23:17 WITA.
Kapal KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali pada pukul 23:17 WITA.

SOLOBALAPAN.COM - Peristiwa tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Rabu malam, 2 Juli 2025, masih menyisakan duka dan operasi pencarian yang belum usai.

Kapal penyeberangan rute Pelabuhan Ketapang Banyuwangi ke Gilimanuk Bali itu dinyatakan tenggelam sekitar pukul 23.35 WIB, hanya 25 menit setelah berlayar pukul 22.56 WIB.

Menurut informasi dari pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungwangi Banyuwangi, kapal tenggelam di titik koordinat 8° 9’32.35″S 114°25’6.38″E.

“Terupdate sekitar 30 menit yang lalu ditemukan di daerah pelabuhan pesisir Bali bagian selatan, kurang lebih 18 orang, 16 selamat, dua meninggal dunia,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Rama Samtama Putra, Kamis (3/7).

Namun, identitas dari korban yang ditemukan belum dirinci.

“Ini masih proses identifikasi, untuk datanya menunggu. Ini masih baru update jumlah ditemukan, untuk identifikasi apakah menggunakan pelampung atau sekoci ini akan diupdate kembali,” lanjut Rama.

Sebelumnya, empat orang penumpang berhasil menyelamatkan diri menggunakan sekoci dan ditemukan selamat di perairan Cekik, Gilimanuk pada Kamis dini hari pukul 05.15 WITA.

Dengan demikian, total korban yang berhasil dievakuasi sejauh ini adalah 22 orang.

Kronologi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya

“Pada pukul 00.16 WITA, KMP Tunu Pratama Jaya ketika berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk, terdengar informasi di channel 17 untuk KMP Tunu Pratama Jaya meminta tolong dan mengalami kebocoran mesin kapal,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy dalam keterangan tertulis, Kamis (3/7).

Menurut data manifest, kapal mengangkut 53 penumpang, 12 kru kapal, dan 22 kendaraan, termasuk 14 truk tronton.

Dugaan awal penyebab tenggelamnya kapal adalah kebocoran di ruang mesin.

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh petugas jaga Syahbandar, yang segera melaporkannya kepada Basarnas dan instansi terkait.

Kepala Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, menyampaikan bahwa tim rescue dari Pos SAR Jembrana dikerahkan ke lokasi kejadian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB).

Tim yang terdiri dari personel Basarnas dan anggota TNI AL Gilimanuk berangkat pada pukul 02.50 WITA.

“RIB 01 Gilimanuk gerak jam 02.50 Wita, menuju lokasi KMP Tunu Pratama Jaya yang mengalami kecelakaan kapal pada koordinat 08 09'34.28" S & 114°09'34.28" E," ujar Sidakarya.

Kondisi cuaca menjadi tantangan serius dalam operasi penyelamatan.

Tinggi gelombang mencapai 2–2,5 meter disertai angin kencang dan arus kuat, menyulitkan evakuasi para korban.

Dalam upaya penyelamatan, unsur SAR gabungan dari berbagai instansi ikut terlibat, termasuk Basarnas Surabaya, Pos SAR Banyuwangi, Pos SAR Jembrana, TNI AL, Polairud, BPBD, hingga BMKG.

Total lebih dari 15 instansi dan puluhan personel dikerahkan, dengan dukungan alat utama (alut) seperti KN SAR 249 Permadi, KN SAR 229 Arjuna, dan RIB dari berbagai pos SAR.

Kapal dari perusahaan pelayaran pun dikerahkan untuk membantu penyelamatan. Hingga Kamis siang, operasi SAR masih terus berlangsung. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #selat bali #tenggelam #kecelakaan #KMP Tunu Pratama Jaya