Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Siapa Devita Sari? Mahasiswi UNS yang Loncat dari Jembatan Jurug, Dikenal Pendiam dan Tinggalkan Surat Wasiat

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 2 Juli 2025 | 02:43 WIB
Mahasiswi UNS yang diduga akhiri hidup dengan nekat meloncat dari Jembatan Jurug. (foto kanan) Surat wasiat tinggalan sang mahasiswi.
Mahasiswi UNS yang diduga akhiri hidup dengan nekat meloncat dari Jembatan Jurug. (foto kanan) Surat wasiat tinggalan sang mahasiswi.

SOLOBALAPAN.COM - Peristiwa tragis terjadi di Jembatan Jurug, Solo, pada Selasa (1/7/2025) siang.

Seorang mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS), yang diidentifikasi sebagai Devita Sari (DA), 22 tahun, nekat terjun ke aliran Sungai Bengawan Solo.

Di lokasi kejadian, ia meninggalkan sebuah surat terakhir yang pilu, memberikan sedikit gambaran tentang pergulatan batin yang dihadapinya.

Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban.

Kesaksian Pengemudi Ojol di Detik-detik Terakhir

Kejadian ini disaksikan langsung oleh Hariadi, seorang pengemudi ojek online.

Ia melihat Devita sudah berdiri di atas pagar besi jembatan, siap untuk melompat.

“Saya sempat berhenti, saya teriak, ‘Mbak, sudah, enggak usah, turun saja!’ Tapi belum sempat saya dekati, dia sudah terjun ke bawah,” ungkap Hariadi saat ditemui di Pos Pemantau Banjir Jurug.

Korban pun langsung hilang ditelan derasnya arus Sungai Bengawan Solo.

Isi Surat Terakhir yang Menyayat Hati

Di lokasi, korban meninggalkan sepeda motor dan sebuah tas.

Di dalam tas tersebut ditemukan secarik kertas berisi tulisan tangan yang diduga kuat adalah pesan terakhirnya.

Dalam surat itu, ia meminta agar tidak ada yang disalahkan atas kepergiannya, baik keluarga maupun pihak kampus.

"Aku hanya bermasalah dengan diriku sendiri. Terkadang, aku bukan diriku. Aku capek," tulisnya.

Surat itu ditutup dengan sebuah kalimat yang menyayat hati, "Aku capek, Bu. Maaf aku tak sekuat ibu.”

Dikenal sebagai Sosok Pendiam dan Tertutup

Menurut keterangan salah satu teman satu angkatannya, Almira, Devita dikenal sebagai pribadi yang cenderung pendiam dan jarang bersosialisasi.

Mahasiswi semester 8 dari prodi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) ini diketahui tengah mengerjakan skripsi.

Almira juga mengungkapkan bahwa Devita pernah mengisyaratkan perjuangannya melalui media sosial.

"Setahu saya dia orangnya pendiam. Terakhir kali dia buat story instagram (tentang) konsultasi ke psikolog. Udah lama itu," tutur Almira.

Ia juga mendengar bahwa Devita sempat berkonsultasi dengan dosennya sebelum kejadian.

Tim SAR Gabungan Terus Lakukan Pencarian

Kapolsek Jebres, Kompol Murtiyoko, telah membenarkan kejadian ini dan identitas korban.

Hingga Selasa malam, Tim SAR Gabungan masih terus menyisir aliran Sungai Bengawan Solo untuk mencari keberadaan korban.

"Betul. Saat ini masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan," kata Murtiyoko melalui pesan singkat.

Tragedi yang menimpa Devita Sari meninggalkan duka mendalam.

Kisahnya, yang terungkap dari pesan terakhir dan kesaksian teman-temannya, menggambarkan perjuangan sunyi seorang mahasiswi.

Saat ini, semua pihak berharap agar upaya pencarian oleh Tim SAR dapat segera membuahkan hasil. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#viral #surat wasiat #devita sari #jembatan jurug #mahasiswi uns