Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Siapa Sosok Lelaki yang Disebut dalam Surat Wasiat Mahasiswi UNS yang Akhiri Hidup di Jembatan Jurug?

Laila Zakiya • Selasa, 1 Juli 2025 | 21:38 WIB

 

Mahasiswi UNS yang diduga akhiri hidup dengan nekat meloncat dari Jembatan Jurug. (foto kanan) Surat wasiat tinggalan sang mahasiswi.
Mahasiswi UNS yang diduga akhiri hidup dengan nekat meloncat dari Jembatan Jurug. (foto kanan) Surat wasiat tinggalan sang mahasiswi.

SOLOBALAPAN.COM – Tragedi memilukan terjadi di Kota Solo, Senin siang (1/7/2025), ketika seorang mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) bernama Devita SA diduga mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari Jembatan Jurug ke aliran Sungai Bengawan Solo.

Korban yang diketahui merupakan mahasiswi Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) UNS angkatan 2021 itu hingga kini belum ditemukan.

Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian intensif menyusuri aliran sungai.

 

Peristiwa tersebut disaksikan langsung oleh Hariadi, seorang pengemudi ojek online yang melintas di lokasi saat kejadian.

Ia mengaku sempat melihat korban berdiri di atas besi jembatan dan berteriak mencoba mencegah.

“Saya lihat cewek itu sudah ancang-ancang berdiri di atas besi. Saya sempat berhenti, saya teriak, ‘Mbak, sudah, enggak usah, turun saja!’ Tapi belum sempat saya dekati, dia sudah terjun ke bawah,” ungkap Hariadi, seperti dikutip dari Radar Solo.

 

Di lokasi kejadian, ditemukan sepeda motor Honda Beat merah putih bernomor polisi AA 3757 CY.

Di dekatnya tergeletak tas hitam berisi ponsel dan sebuah buku catatan kecil.

Dalam buku tersebut, ditemukan sebuah surat wasiat yang ditulis tangan, berisi curahan hati terakhir korban.

Salah satu bagian surat itu menyinggung nama seorang lelaki yang disebut-sebut sebagai sosok penting dalam hidupnya.

“Aku pergi ya, jangan salahkan keluarga atau tempat instansi aku kuliah. Aku hanya bermasalah dengan diriku sendiri. Terkadang, aku bukan diriku. Aku capek. Maaf untuk Bapak Dr. Sumardiyono, S.Km karena telah menghianati dan berjanji untuk bertahan. Tak masalah semua orang bilang yang lain bipolar juga bisa, aku nggak... Aku capek, Bu. Maaf aku tak sekuat ibu.” 

Penyebutan nama Dr. Sumardiyono, S.Km dalam surat tersebut menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi.

Namun hingga kini belum ada konfirmasi atau penjelasan resmi terkait hubungan personal antara korban dan dosen tersebut.

Siapa Dr. Sumardiyono?

Mengacu pada data resmi dari Universitas Sebelas Maret, Dr. Sumardiyono, SKM, M.Kes adalah seorang dosen di Fakultas Kedokteran UNS, yang mengampu bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) — program studi yang sama dengan jurusan Devita.

Ia menyelesaikan studi Sarjana Kesehatan Masyarakat dengan peminatan K3 di Universitas Diponegoro, dan melanjutkan jenjang magister di bidang yang sama di Universitas Gadjah Mada.

Dr. Sumardiyono dikenal sebagai akademisi di bidang Public Health, khususnya K3, dan aktif mengajar serta membimbing mahasiswa di lingkungan FK UNS.

 

Pihak kepolisian masih mendalami kasus ini dan telah mengamankan seluruh barang-barang pribadi korban untuk penyelidikan lebih lanjut.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak kampus maupun dari Dr. Sumardiyono terkait surat tersebut.

Tim SAR dari Basarnas, BPBD, dan relawan masih berupaya menemukan jasad korban yang diduga terseret arus deras Bengawan Solo.

Catatan: Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami tekanan mental atau gangguan psikologis, segera cari pertolongan. Anda dapat menghubungi layanan konseling profesional, unit kesehatan kampus, atau call center penanganan krisis untuk mendapatkan bantuan. (atn/lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #akhiri hidup #jembatan jurug