Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Kondisi 408,6 Kg Uranium Iran Dipertanyakan, Intelijen Eropa Ragukan Efek Serangan AS ke Fordo

Damianus Bram • Minggu, 29 Juni 2025 | 02:48 WIB
Foto yang dirilis IDF memperlihatkan kondisi fasilitas nuklir di Isfahan, Iran, yang hancur usai serangan udara pada Sabtu 21 Juni 2025.
Foto yang dirilis IDF memperlihatkan kondisi fasilitas nuklir di Isfahan, Iran, yang hancur usai serangan udara pada Sabtu 21 Juni 2025.

SOLOBALAPAN.COM Serangan militer Amerika Serikat ke pusat pengayaan nuklir Fordo, Iran, menuai sorotan.

Terbaru, intelijen Eropa menyebut bahwa serangan tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap cadangan uranium Iran yang diperkirakan mencapai 408,6 kilogram—cukup untuk membuat sekitar 9 bom nuklir.

Dilansir dari Euronews, seorang pejabat Eropa yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa Fordo bukanlah tempat penyimpanan utama uranium Iran, dan sebelum serangan pada Minggu lalu, sebagian besar uranium itu sudah dipindahkan.

Serangan AS Dianggap Kurang Efektif

Baca Juga: OTT di Medan, KPK Tetapkan 5 Tersangka Termasuk Kadis PUPR Sumut

Pernyataan ini menyusul kemarahan Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya mengklaim bahwa serangan ke Fordo, Natanz, dan Isfahan telah menghancurkan cadangan nuklir Iran secara signifikan.

Namun laporan awal intelijen AS yang bocor sehari setelah serangan justru menyebut kerusakan memang ada, tapi tidak total.

Dikutip dari France24, citra satelit menunjukkan aktivitas mencurigakan di sekitar Fordo sebelum serangan, termasuk kehadiran truk dan buldoser.

Menurut Maxar Technologies, pintu masuk ke fasilitas bawah tanah tersebut terlihat ditutup rapat dengan tanah.

Langkah ini memunculkan dugaan bahwa Iran memindahkan cadangan uranium ke lokasi rahasia.

“Jika benar cadangan itu telah dipindahkan ke tempat tersembunyi, maka pemantauan dan verifikasi oleh komunitas internasional akan menjadi sangat sulit,” ujar Ludovica Castelli dari Istituto Affari Internazionali.

Direktur IAEA Rafael Grossi menyebut sentrifus di Fordo memang tidak lagi berfungsi, tetapi masih ada kemungkinan Iran menyembunyikan fasilitas lain, termasuk kompleks bawah tanah di sekitar Natanz.

Sementara itu, pakar nuklir Hans-Jakob Schindler memperingatkan, meskipun fasilitas rusak, ilmu dan pengetahuan ilmuwan Iran tetap utuh.

“Anda tidak bisa mengebom pengetahuan,” tegasnya.

Nasib Uranium Iran Masih Misterius

Hingga saat ini, nasib uranium 408,6 kilogram milik Iran masih belum diketahui pasti.

Serangan Amerika disebut gagal memukul sepenuhnya sumber daya nuklir negara tersebut.

 

Editor : Damianus Bram
#donald trump #serangan as #amerika serikat #iran #uranium #presiden as