Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Gencatan Senjata, Iran Nyatakan Program Nuklir Tak Akan Berhenti, Efektivitas Serangan AS Dipertanyakan

Didi Agung Eko Purnomo • Sabtu, 28 Juni 2025 | 04:21 WIB
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump dengan latar bendera Israel dan Iran menggambarkan ketegangan geopolitik terbaru terkait serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran.
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump dengan latar bendera Israel dan Iran menggambarkan ketegangan geopolitik terbaru terkait serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran.

SOLOBALAPAN.COM - Gencatan senjata antara Iran dan Israel yang baru saja disepakati tidak membuat Teheran gentar.

Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Mohammad Eslami, menegaskan bahwa program nuklir negaranya akan terus berjalan tanpa henti.

Pernyataan tegas ini muncul di tengah laporan intelijen Amerika Serikat (AS) yang justru meragukan klaim sukses besar serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran, yang bertentangan dengan narasi Gedung Putih.

Iran: Program Nuklir Jalan Terus, Tak Ada Jeda

Dalam konferensi pers pasca-gencatan senjata pada Selasa (24/6), Mohammad Eslami menyatakan bahwa serangan militer dari Israel dan AS tidak akan menghalangi kemajuan teknologi negaranya.

“Tidak akan ada jeda dalam kelanjutan program nuklir kami,” tegas Eslami, seperti dikutip dari Mehr News pada Kamis (26/6). Ia menambahkan bahwa Iran telah merancang sistem operasional yang mampu mencegah gangguan produksi akibat serangan.

Hal senada diungkapkan Juru Bicara AEOI, Behrouz Kamalvandi. “Musuh tidak akan mampu menghentikan teknologi ini. Iran memiliki kapasitas dan kemampuan untuk terus melaju,” katanya.

Klaim Sukses Trump vs. Penilaian Intelijen Internal AS

Di sisi lain, muncul dua narasi yang bertolak belakang mengenai efektivitas serangan AS ke tiga situs nuklir Iran pada akhir pekan lalu.

Gedung Putih Sebut Laporan Intelijen Sebagai 'Bocoran Ilegal'

Menanggapi laporan intelijen yang bertentangan tersebut, Gedung Putih menolaknya mentah-mentah.

Baca Juga: Buntut Serangan ke Iran, Trump Terancam Dimakzulkan, Anggota DPR Amerika Serikat Sebut Pelanggaran Konstitusi

Sekretaris Pers Karoline Leavitt menyebut laporan itu sebagai "kebocoran yang tidak sah" yang bertujuan untuk mendiskreditkan kepemimpinan Presiden Trump.

Gencatan Senjata yang Rapuh

Kini, meskipun perang 12 hari telah berakhir dengan gencatan senjata yang diumumkan Trump pada Selasa lalu, situasinya tetap sangat rapuh.

Pernyataan keras Iran untuk melanjutkan program nuklirnya, ditambah dengan keraguan atas efektivitas serangan AS, menunjukkan bahwa akar konflik masih belum terselesaikan.

Perdamaian yang diumumkan Presiden Trump kini berada di bawah bayang-bayang ketidakpastian dan potensi eskalasi baru di masa depan. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#as #iran #gencatan senjata #nuklir