Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Sebuah Kenyataan, Perang Itu Mahal! Ini Biaya Gila yang Dikeluarkan Israel Saat Lawan Iran

Damianus Bram • Jumat, 27 Juni 2025 | 19:32 WIB
Eskalasi saling serang antara Iran dan Israel meningkatkan kekhawatiran pecahnya perang besar di Timur Tengah.
Eskalasi saling serang antara Iran dan Israel meningkatkan kekhawatiran pecahnya perang besar di Timur Tengah.

SOLOBALAPAN.COM – Gemuruh sirene dan dentuman rudal di langit Timur Tengah bukan hanya soal konflik militer.

Di balik semua itu, tersimpan kenyataan yang jauh lebih kompleks: perang itu mahal – sangat mahal.

Bukan sekadar biaya senjata, tapi juga trauma, ketakutan, dan masa depan yang tergadaikan.

Sejak konflik antara Israel dan Iran kembali memanas, biaya pertahanan yang dikeluarkan Israel membengkak hingga miliaran dolar dalam hitungan hari.

Miliaran Dolar Demi Menangkal Rudal

Dilaporkan The Wall Street Journal, biaya operasional sistem pertahanan rudal Israel bisa mencapai USD 200 juta (Rp 3,2 triliun) per hari.

Dan itu belum termasuk operasi jet tempur, amunisi dan logistik, kerusakan infrastruktur, pemulihan pasca serangan balasan Iran.

Bayangkan, untuk mencegat satu rudal jarak jauh, sistem Arrow 3 milik Israel menghabiskan biaya USD 4 juta per peluncuran.

Iran sendiri disebut telah meluncurkan lebih dari 400 misil ke wilayah Israel dalam beberapa hari terakhir.

Jika sebagian besar berhasil dicegat, maka total dana yang dikucurkan Israel sudah menyentuh angka triliunan rupiah hanya dalam seminggu.

Sementara itu, sistem pertahanan David’s Sling, yang dirancang untuk ancaman jarak pendek-menengah, memakan biaya USD 700 ribu per aktivasi – dan itu hanya untuk dua peluncur.

Konflik Terkini Jauh Lebih Mahal

Menurut Zvi Eckstein, kepala Aaron Institute for Economic Policy, perang kali ini jauh lebih mahal dibanding konflik sebelumnya dengan Gaza atau Hezbollah.

“Intensitas pemakaian amunisi dan sistem pertahanan luar biasa tinggi,” jelasnya.

Eckstein bahkan memperkirakan jika perang berlangsung satu bulan penuh, Israel harus merogoh kocek hingga USD 12 miliar atau setara Rp 194 triliun lebih.

Mantan penasihat keuangan militer, Re’em Aminach, mencatat bahwa hanya dalam dua hari pertama, Israel telah menghabiskan USD 1,45 miliar, dengan lebih dari USD 593 juta di antaranya untuk serangan udara dan operasi ofensif.

Harga Sosial dan Ekonomi: Tak Tertakar

Baca Juga: Update Perang Iran-Israel, Iran Gantung Pria yang Dituduh Jadi Mata-mata Mossad Israel, Tensi Makin Panas

Secara ekonomi, Israel memang belum masuk jurang resesi. Tapi secara sosial, kehidupan warga sipil sudah sangat terganggu.

Bandara lumpuh, bisnis tutup, dan hanya pekerja esensial yang masih bisa beraktivitas.

Mantan Gubernur Bank Sentral Israel, Karnit Flug, memberikan peringatan!

“Kalau seminggu, mungkin bisa. Tapi kalau dua minggu atau sebulan, itu cerita yang berbeda,” ujarnya dikutip dari Times of India, 2025.

Perang Adalah Kegagalan Paling Mahal

Semua angka ini menyisakan satu kesimpulan: perang adalah kegagalan paling mahal dalam sejarah umat manusia.

Kegagalan berdialog. Kegagalan menjaga diplomasi. Dan kegagalan memahami bahwa damai jauh lebih murah daripada peluru.

Tidak ada kemenangan sejati dalam perang. Yang tersisa hanya hitung-hitungan kerugian, generasi yang tumbuh dalam trauma dan dunia yang makin terbelah.

Ketika bom meledak dan misil ditembakkan, yang kalah bukan hanya pihak yang tertembak. Tapi juga kita semua yang gagal memilih jalan damai. (dam)

Editor : Damianus Bram
#perang mahal #konflik #israel vs iran #Perang Iran Israel #rudal #biaya perang #Perang Israel dan Iran