Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tim SAR Dicap Lelet soal Evakuasi Jasad WNA Brasil Juliana Marins di Gunung Rinjani, Ternyata Ini Kendalanya

Laila Zakiya • Rabu, 25 Juni 2025 | 21:58 WIB

 

Tim SAR bersiap mengevakuasi jenazah pendaki asal Brasil Juliana De Souza Pereira Marins di Gunung Rinjani NTB.
Tim SAR bersiap mengevakuasi jenazah pendaki asal Brasil Juliana De Souza Pereira Marins di Gunung Rinjani NTB.

SOLOBALAPAN.COM – Kematian tragis Juliana Marins (27), warga negara Brasil yang terjatuh ke dalam jurang Gunung Rinjani, menyisakan duka mendalam sekaligus polemik soal lambannya proses evakuasi.

Juliana ditemukan meninggal dunia setelah dinyatakan hilang sejak Sabtu (21/6/2025).

Banyak warga Brasil melayangkan protes melalui media sosial, menyebut tim penyelamat Indonesia lamban dalam mengevakuasi jasad korban.

Namun di balik tudingan itu, tersimpan berbagai fakta lapangan yang menunjukkan kompleksitas misi penyelamatan tersebut.

“Korban jatuh di sekitar Cemara Nunggal, yang merupakan jurang dengan medan sangat ekstrem,” tutur Koordinator Lapangan SAR Mataram, I Kadek Agus Ariawan.

Menurut laporan dari Basarnas, Juliana jatuh ke jurang sedalam 600 meter di kawasan Danau Segara Anak. Ia dilaporkan terperosok di lokasi yang sangat curam dan sempit.

“Pukul 18.00 WITA rescuer Hafid berhasil menjangkau korban pada kedalaman 600 meter yang kita sebut datum point. Sebelumnya kita perkirakan korban ada di posisi kedalaman 400 meter," beber Kabasarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii.

Sejumlah netizen Brasil menyayangkan lambannya proses penyelamatan dan mempertanyakan mengapa helikopter tidak langsung dikerahkan.

Namun pakar penerbangan Gerry Soejatman menjelaskan, penyelamatan via udara sangat bergantung pada faktor alam.

“Kejadian lokasi ada di ketinggian 10,000 kaki, dimana korban jatuh di lereng ke ketinggian sekitar 9400ft. Mau terbang mountain rescue benar-benar tergantung dengan cuaca dan kemampuan helicopter," jelas Gerry.

Baca Juga: Siapa Agam? Viral Nama Pria Ini Diduga Lalai hingga Sebabkan WNA Juliana Marins Jatuh di Gunung Rinjani

Basarnas sendiri mengakui bahwa cuaca buruk, vegetasi padat, dan topografi yang ekstrem membuat proses pencarian dilakukan sangat hati-hati.

“Tim SAR bergerak ekstra hati-hati agar evakuasi berjalan dengan aman dan lancar,” tegas Syafii.

Setelah berhasil menjangkau jenazah pada Selasa malam (24/6), tim melakukan proses wrapping survivor dan menginap di titik terdekat karena kondisi medan dan cuaca tak memungkinkan proses langsung.

Evakuasi berlangsung Rabu pagi (25/6/2025) pukul 06.00 WITA dengan metode lifting, yaitu mengangkat jenazah dari titik dasar jurang ke jalur pendakian.

Setelah itu, jenazah ditandu ke Posko Sembalun dan selanjutnya dibawa menggunakan helikopter ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB.

Sebelum ditemukan, Juliana Marins terjebak selama 48 jam di dasar jurang tanpa makanan dan minuman.

Laporan awal menyebutkan posisi korban ada di kedalaman 400 meter, namun saat ditemukan pada Selasa malam, tubuhnya berada jauh lebih dalam yakni 600 meter.

Tim SAR dan relawan telah dikerahkan sejak Sabtu setelah mendapat laporan dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR).

Meski mendapat banyak kritik, banyak pihak di Tanah Air menilai bahwa tim penyelamat telah bekerja maksimal dalam kondisi ekstrem. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #tim sar #brasil #Juliana Marins #wna