Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Dunia di Ujung Tanduk? AS Resmi Serang Situs Nuklir Iran, Potensi Perang Dunia 3 Semakin Menguat

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 24 Juni 2025 | 04:12 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

SOLOBALAPAN.COM - Krisis di Timur Tengah mencapai titik paling berbahaya.

Amerika Serikat secara resmi mengonfirmasi telah melancarkan serangan udara terhadap tiga situs nuklir utama Iran pada Jumat (21/6/2025) malam waktu setempat.

Tindakan ini merupakan keterlibatan langsung pertama Washington dalam konflik bersenjata Iran-Israel dan sontak menyulut kekhawatiran global akan pecahnya Perang Dunia III (WW3).

Trump Umumkan 'Keberhasilan Spektakuler' Serangan AS

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi operasi militer tersebut, menargetkan fasilitas nuklir di Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Gedung Putih bahkan merilis citra satelit yang menunjukkan kerusakan signifikan pada fasilitas-fasilitas tersebut.

Menggunakan pesawat siluman B-2, serangan ini disebut sebagai "keberhasilan spektakuler" oleh Trump, yang kemudian memberikan ultimatum kepada Teheran.

“Sekarang Iran harus memilih, perdamaian atau tragedi," katanya dalam pernyataan resmi dari Gedung Putih.

Iran Bersumpah Membalas, Pintu Diplomasi Tertutup Rapat

Teheran merespons dengan amarah. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyebut serangan itu sebagai “pengkhianatan terhadap diplomasi” dan sebuah tindakan yang keterlaluan.

"Ini sudah keterlaluan dan kami akan merespon (membalas)," tegasnya.

Baca Juga: Kenapa WW3 Trending? Serangan Amerika Serikat ke Fasilitas Nuklir Iran Picu Kekhawatiran Perang Dunia Ketiga

Pemerintah Iran juga secara resmi mengumumkan penghentian seluruh jalur negosiasi dengan AS dan Eropa, serta menempatkan angkatan bersenjatanya dalam kondisi siaga penuh, seraya menegaskan "hak untuk melakukan pembalasan dengan kekuatan penuh".

Dunia Menahan Napas: Kecaman dan Sidang Darurat PBB

Langkah AS ini menuai reaksi keras dari dunia internasional.

Rusia, China, Turki, dan Uni Eropa kompak menyerukan de-eskalasi dan mendesak semua pihak menahan diri.

Sementara itu, Inggris mulai mengevakuasi staf diplomatiknya dari Teheran, dan Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat untuk membahas krisis yang berpotensi tak terkendali ini.

Ancaman Perang Kawasan dan Guncangan Ekonomi Global

Analis geopolitik memperingatkan bahwa serangan ini dapat memicu perang kawasan yang lebih luas.

Iran diprediksi akan melakukan respons asimetris, seperti menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah atau mengaktifkan kelompok proksinya di Lebanon, Suriah, dan Irak.

Stabilitas jalur pelayaran vital di Selat Hormuz juga kini terancam.

Baca Juga: Ini Penyebab Terjadinya Perang Iran-Israel: Berawal dari Serangan Dadakan dan Tewasnya Para Jenderal

Dampak ekonomi pun langsung terasa: harga minyak dunia melonjak lebih dari 6% pasca-serangan, dan pasar saham global bergejolak hebat seiring investor beralih ke aset aman seperti emas.

Serangan Amerika Serikat ke Iran telah secara fundamental mengubah peta konflik di Timur Tengah.

Dunia kini berada dalam ketidakpastian, menanti dengan cemas respons balasan dari Iran yang bisa menjadi percikan api untuk sebuah perang yang jauh lebih besar dan menghancurkan. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#as #iran #perang dunia #nuklir