SOLOBALAPAN.COM - Isu seputar kondisi kesehatan Presiden ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi), terus jadi bahan perbincangan publik.
Kemunculan Jokowi saat merayakan ulang tahunnya yang ke-64 di Solo pada 21 Juni 2025 lalu memicu berbagai spekulasi, terutama karena perubahan fisik yang terlihat jelas pada wajahnya.
Sorotan ini bahkan membuat sejumlah tokoh ikut buka suara, termasuk pengamat politik Yusuf Dumdum dan pegiat media sosial Jhon Sitorus.
Yusuf Dumdum menyatakan bahwa dugaan mengenai Jokowi yang tengah menghadapi sakit memang patut dikaji lebih lanjut.
Ia menekankan pentingnya klarifikasi dari tim medis resmi, mengingat posisi Jokowi sebagai mantan kepala negara.
"Ini penting agar tidak ada simpangsiur di tengah masyarakat. Apapun itu, Jokowi adalah mantan Presiden," kata Yusuf.
Menurut Yusuf, sejumlah pendukung Jokowi bahkan menyangsikan kebenaran foto-foto terbaru yang beredar. Mereka menganggap gambar tersebut hanyalah hasil editan atau AI.
"Bahkan sebagian pendukung juga ada yang mengklaim, 'Ah foto Pak Jokowi sakit itu hoaks dan editan.' Begitu klaim sebagian pendukung Jokowi," ujar Yusuf.
Namun Yusuf justru membantah klaim tersebut.
Ia menyebut bahwa foto Jokowi yang terlihat sakit memang benar adanya, dan sudah banyak ditampilkan oleh media-media kredibel.
"Banyak media kredibel dan TV yang menampilkan kondisi Jokowi sekarang memang berbeda jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," kata Yusuf lagi.
Ia juga menegaskan bahwa Jokowi terakhir terlihat pada hari ulang tahunnya, Sabtu (21/6/2025), ketika menyambut masyarakat bersama Iriana dengan senyum hangat.
Hal senada juga disampaikan Jhon Sitorus, pegiat media sosial yang selama ini dikenal sering mengkritik Jokowi.
Ia mengaku ikut merasa khawatir dengan penampilan Jokowi yang tampak kurang sehat saat muncul di hadapan warga di Solo.
"Sepertinya penyakit yang Pak Jokowi alami semakin serius ya," katanya lewat akun X @jhonsitorus\_18.
Jhon lantas mengungkapkan bahwa sesuai protokol kenegaraan, jika seorang mantan Presiden dalam kondisi sakit, maka negara berkewajiban memberikan layanan kesehatan terbaik.
Ia bahkan meyakini Presiden Prabowo sudah mengambil langkah tersebut.
"Biasanya kalau mantan presiden dalam keadaan sakit, negara pasti memberikan layanan kesehatan terbaik," katanya.
"Saya yakin Pak Prabowo sebagai Presiden RI sudah memerintahkan layanan kesehatan terbaik untuk beliau," tambahnya.
Meskipun selama ini sering melontarkan kritik, Jhon menutup komentarnya dengan doa tulus untuk kesembuhan Jokowi.
"Semoga Pak Jokowi lekas sembuh (kali ini gue doa yang bener, tolong jangan digoreng)," pungkasnya. (lz)
Editor : Laila Zakiya