SOLOBALAPAN.COM – Jagat maya digemparkan dengan kasus sadis yang melibatkan seorang pria bernama Satria Juhanda alias Wanda, pelaku pembunuhan dan mutilasi terhadap tiga wanita di Padang Pariaman, Sumatra Barat.
Ironisnya, sebelum ditangkap, Wanda sempat mengunggah konten santai di media sosial yang kini membuat publik geleng-geleng kepala.
Dalam unggahan terakhirnya yang viral, Wanda tampak menikmati semangkuk mie di sebuah tempat makan bersama seorang perempuan.
Wajahnya terlihat santai seolah tak terjadi apa-apa, padahal saat itu ia sudah menghabisi nyawa SA, korban mutilasi yang ditemukan jasadnya mengapung di Sungai Batang Anai pada Selasa, 17 Juni 2025.
Postingan tersebut menuai reaksi publik lantaran sangat kontras dengan kenyataan mengerikan yang terungkap kemudian.
Netizen menyebut tak habis pikir dengan sikap dingin pelaku, terlebih akun sosial medianya kini telah diubah menjadi mode privat.
Satria Juhanda ditangkap oleh pihak kepolisian setelah potongan tubuh SA ditemukan mengambang.
Polisi kemudian mendalami keterangan pelaku, dan terungkap bahwa Wanda membunuh SA pada Minggu, 15 Juni 2025, dengan motif utang senilai Rp3,5 juta yang tak kunjung dibayar.
“Dari masalah utang itu, pelaku melakukan pembunuhan dengan menyekap korban,” ujar Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol Amir, dikutip pada Sabtu (21/6/2025).
Namun keterangan Wanda tak berhenti sampai di situ.
Ia kemudian mengaku pernah membunuh dua perempuan lain pada tahun 2024, yaitu C (mantan pacarnya) dan AG, yang disebutnya mengajarkan C untuk berselingkuh.
“Kamu pacaran sama C? C selingkuh?” tanya penyidik, dikutip dari tvOneNews.
“Iya C selingkuh,” jawab Wanda.
“Kamu bunuh si C?”
“Iya,”
“Terus kenapa AG kamu bunuh?”
“Yang ngajarin C selingkuh si AG ini. Di KKN dia diajarin. Yang ngajarin C selingkuh itu si AG. Saya lihat chat-nya,” ungkap Wanda.
Dua korban sebelumnya, C dan AG, menurut pengakuan pelaku, jasadnya telah ditimbun di sumur tua.
Saat ini keduanya sudah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga motif utama pelaku adalah campuran antara dendam pribadi, kecemburuan, dan persoalan utang.
Untuk korban SA, pelaku nekat memutilasi tubuhnya menjadi 10 bagian, dan sejauh ini baru empat bagian yang berhasil ditemukan.
“Berbagai upaya kami lakukan untuk mencari potongan tubuh ataupun jasad yang sudah dimutilasi. Kami melibatkan masyarakat sekitar sekaligus para Babin,” ujar Kapolres Faisol Amir, dikutip dari Primetime News, Metro TV, Jumat, 20 Juni 2025. (lz)
Editor : Laila Zakiya