SOLOBALAPAN.COM - Sebuah momen dari rangkaian acara pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya.
Kali ini, sorotan tertuju pada doa yang dipanjatkan oleh Maia Estianty untuk sang putra.
Doa tersebut dinilai sangat personal dan sarat akan makna, terutama karena diucapkan di hadapan putri Ahmad Dhani dan Mulan Jameela, Safeea Ahmad.
Doa Tulus Ibu yang Sarat Makna
Dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Mai Aleldul TV, Maia terlihat memimpin doa bersama anak-anaknya, termasuk Safeea, menjelang hari besar Al Ghazali.
Doa tersebut berisi harapan-harapan indah seorang ibu untuk pernikahan anaknya.
"Pokoknya semoga lancar pernikahannya, setia selamanya, sukses, makmur, selalu bernasib baik, nggak ada orang ketiga, pokoknya langgeng sampai maut memisahkan, sampai surga," ujar Maia dengan tulus.
Ia juga mendoakan agar kelak Al dan Alyssa dikaruniai keturunan yang saleh dan salehah.
Namun, frasa "nggak ada orang ketiga" menjadi bagian yang paling menarik perhatian publik, mengingat sejarah masa lalu rumah tangganya sendiri.
Kehadiran Safeea Jadi Sorotan Warganet
Momen tersebut menjadi semakin pelik di mata warganet karena kehadiran Safeea Ahmad yang masih kecil dalam lingkaran doa tersebut.
Banyak yang merasa ucapan Maia menjadi canggung dan menaruh simpati pada Safeea, yang dianggap berada di tengah situasi yang rumit.
"Shafeea kasian," tulis seorang warganet di kolom komentar.
"Bukan kasian tapi malu gak sih," timpal netizen lainnya, menggambarkan betapa canggungnya situasi tersebut di mata publik.
Upaya Menjaga Keharmonisan di Hari Bahagia
Meskipun doa tersebut memicu perdebatan, hubungan antara keluarga besar ini di hari-H pernikahan tampak harmonis.
Terlepas dari masa lalu yang pelik, Maia Estianty, Ahmad Dhani, dan Mulan Jameela terlihat saling menyapa dan bersalaman.
Hal ini menunjukkan upaya tulus dari semua pihak untuk menjaga suasana tetap kondusif dan mengedepankan kebahagiaan Al Ghazali dan Alyssa Daguise di hari spesial mereka.
Doa Maia Estianty untuk Al Ghazali adalah cerminan harapan tulus seorang ibu yang menginginkan kebahagiaan utuh untuk anaknya.
Namun, dengan sejarah keluarga yang begitu terbuka bagi publik, setiap ucapan dan gestur tak pelak menjadi bahan interpretasi.
Momen ini sekali lagi menunjukkan betapa masa lalu tetap menjadi bayang-bayang yang mewarnai setiap babak baru dalam kehidupan mereka. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo