Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Viral Tung Tung Tung Sahur Dipakai Garena Free Fire Tanpa Izin, Sang Kreator Kecewa Soal Hak Cipta Karya AI

Didi Agung Eko Purnomo • Kamis, 19 Juni 2025 - 03:54 WIB
Tung Tung Sahur Garena Free Fire.
Tung Tung Sahur Garena Free Fire.

SOLOBALAPAN.COM - Fenomena viral "Tung Tung Tung Sahur" yang ikonik kini memasuki babak baru yang lebih serius.

Kreator di balik desain tersebut, pemilik akun TikTok @noxaasht, secara terbuka menyuarakan kekecewaannya setelah karyanya diduga digunakan tanpa izin oleh game populer, Garena Free Fire.

Kasus ini sontak memicu perdebatan sengit di ruang publik, bukan hanya soal etika, tetapi juga tentang kekosongan hukum yang genting mengenai hak cipta untuk karya yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).

Kekecewaan Sang Kreator: "Minimal Ada Etika"

Melalui unggahan di akun media sosialnya, @noxaasht mengaku telah mencoba menghubungi pihak Garena namun tidak mendapatkan respons.

Ia menyayangkan sikap perusahaan besar yang seolah mengabaikan kontribusinya sebagai orang yang pertama kali mengonsep dan mempopulerkan visual tersebut.

Baca Juga: Anomali Tung Tung Tung Sahur Bakal Difilmkan Dee Company, Siap-Siap Lihat Brainrot di Layar Lebar

"Iya gua tau gabisa di copyright tapi minimal etika kek gua chat gadijawab? sekelas game top 1 di indo?" tulisnya dalam sebuah unggahan.

Pernyataan ini menyoroti dilema utama: meskipun sang kreator sadar akan posisi hukumnya yang lemah, ia menuntut adanya etika dan pengakuan atas hasil karyanya.

Karya AI: Ranah Abu-abu Hukum Hak Cipta Indonesia

Polemik ini menjadi sangat rumit karena sang kreator sendiri mengakui bahwa desainnya dibuat menggunakan AI art generator. Inilah yang menjadi inti masalah.

Undang-Undang Hak Cipta di Indonesia saat ini belum mengatur secara spesifik siapa pemilik sah atas sebuah karya yang diciptakan oleh AI.

Hal ini menciptakan area abu-abu:

Akibatnya, kreator seperti @noxaasht bisa merasa dirugikan secara moral dan ekonomi, namun tidak memiliki landasan hukum yang kuat untuk menuntut.

Baca Juga: Bukan Tung Tung Tung Sahur, Ini Dia Anomali Brainrot Pertama yang Muncul di Indonesia hingga Viral di Luar Negeri

Kekhawatiran Industri Kreatif di Era AI

Kasus ini menjadi cerminan kegelisahan yang lebih luas di kalangan seniman dan desainer digital.

Banyak yang khawatir AI akan menjadi jalan pintas bagi pihak-pihak tertentu untuk menduplikasi ide dan gaya tanpa memberikan kompensasi atau pengakuan, dan tanpa ada perlindungan hukum yang jelas.

Sementara negara lain seperti Jepang dan Uni Eropa sudah mulai merancang regulasi terkait hak cipta AI, Indonesia masih tertinggal, meninggalkan para kreatornya dalam ketidakpastian.

Baca Juga: Kisah Tung Tung Tung Sahur, Legenda Anomali Asal Indonesia yang Mendunia hingga Jadi Meme di Luar Negeri

Publik Terbelah, Garena Masih Bungkam

Di media sosial, warganet terbagi menjadi dua kubu. Sebagian besar mendukung kreator atas dasar etika dan sebagai pihak yang pertama kali mempopulerkan desain tersebut.

Namun, tidak sedikit pula yang berpendapat bahwa karya yang dihasilkan AI memang bebas digunakan oleh siapa pun.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Garena Free Fire belum memberikan pernyataan atau klarifikasi resmi terkait tuduhan ini, meskipun desakan dari warganet agar desain tersebut dihapus dari dalam game mulai bermunculan. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#ai #Garena Free Fire #viral #tung tung tung sahur #hak cipta #kreator