SOLOBALAPAN.COM – Farida (48) sempat heran ketika pesawat Saudia Airlines SV 5276 yang ia tumpangi dari Jeddah mendarat lebih cepat dari perkiraan. Namun keanehan tak berhenti di situ.
Pemandangan di luar jendela juga berbeda dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, yang seharusnya menjadi tujuan mereka.
Sebelum mendarat, pramugari sempat membagikan makanan kepada penumpang. Tapi belum selesai seluruh makanan dibagikan, makanan tiba-tiba ditarik kembali dan tak lama kemudian pesawat mendarat darurat.
“Saya pikir mau isi bahan bakar, tapi kalau isi bahan bakar kenapa kita harus turun,” kata Farida saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, dikutip JawaPos.com, Rabu (18/6/2025).
Saat itulah, Farida baru mengetahui bahwa pesawat yang ia tumpangi bersama 441 jemaah haji asal Depok dari Kloter 12 Debarkasi Jakarta–Bekasi mendapat ancaman bom.
Pesawat dengan rute Jeddah–Jakarta itu terpaksa mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, pada Selasa (17/6/2025).
Menariknya, meskipun ada ancaman bom, tidak terjadi kepanikan di dalam kabin. Semua penumpang tetap tenang dan tidak menunjukkan kecemasan.
“Yang di dalam pesawat tidak ada yang panik, karena mereka tidak tahu,” lanjut Farida.
Ketegangan baru terasa saat mereka turun dari pesawat. Farida dan para penumpang melihat sejumlah mobil pemadam serta aparat TNI/Polri lengkap dengan peralatan bersiaga di sekitar pesawat.
Pesawat pun diparkirkan jauh dari pesawat lainnya di tengah-tengah bandara, dan para penumpang tidak diizinkan membawa barang apapun turun dari kabin.
Setelah berada di area aman, barulah Farida mengetahui bahwa ancaman bom tersebut tidak benar-benar terjadi.
“Alhamdulillah, ternyata pas dicek tidak ada bom itu,” ungkapnya bersyukur. (dam)
Editor : Damianus Bram