Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kemenhub Ungkap Kronologi Ancaman Bom Pesawat Saudia Airlines yang Mengangkut 442 Jemaah Haji Kloter 12 JKS

Damianus Bram • Rabu, 18 Juni 2025 | 01:31 WIB
Ilustrasi pesawat Saudia Airlines. Salah satu pesawat maskapai ini baru saja mendapat ancaman bom dan harus mendarat darurat di bandara Kualanamu Medan.
Ilustrasi pesawat Saudia Airlines. Salah satu pesawat maskapai ini baru saja mendapat ancaman bom dan harus mendarat darurat di bandara Kualanamu Medan.

SOLOBALAPAN.COM – Situasi menegangkan terjadi di langit Indonesia, Selasa (17/6/2025), ketika pesawat Saudia Airlines SV 5276 yang mengangkut 442 jemaah haji Kloter 12 JKS dari Jeddah ke Jakarta terpaksa mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Medan, usai menerima ancaman bom melalui email.

Ancaman tersebut pertama kali diterima pada pukul 07.30 WIB oleh otoritas Bandara Soekarno-Hatta.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menyatakan, email itu berisi peringatan akan meledakkan pesawat yang tengah menuju Jakarta.

“E-mail berisikan ancaman untuk meledakkan pesawat milik Saudia Airlines SV 5276 dengan rute Jeddah – Jakarta (Bandar Udara Soekarno-Hatta),” ujar Lukman, dilansir dari JawaPos.com.

Pesawat yang membawa 207 penumpang laki-laki dan 235 perempuan langsung mendapat penanganan serius. Bandara Soekarno-Hatta mengaktifkan Emergency Operation Center (EOC) dan berkoordinasi dengan Komite Keamanan.

Pilot Saudia Airlines memutuskan untuk mengalihkan penerbangan (divert) ke Bandara Kualanamu Medan pada pukul 10.17 WIB.

Tepat pukul 10.55 WIB, pesawat mendarat selamat dan diarahkan ke area parkir isolasi.

Tim Jihandak Sisir Pesawat, Evakuasi Penumpang Berjalan Lancar

Baca Juga: Pesawat Saudia Airlines Diancam Bom, Mendarat Darurat di Bandara Kualanamu Medan

Tim Penjinak Bom (Jihandak) dari Polda Sumut langsung melakukan penyisiran menyeluruh terhadap badan pesawat. Evakuasi penumpang dilakukan cepat dan tertib.

Langkah penanganan ini mengacu pada Permenhub No. PM 140 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Keadaan Darurat Keamanan Penerbangan. Serta Keputusan Dirjen Hubud No. PR 22 Tahun 2024 tentang Penilaian Ancaman Keamanan Penerbangan.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara masih terus berkoordinasi intensif dengan seluruh operator dan pihak terkait guna memastikan keselamatan seluruh penumpang dan keamanan penerbangan nasional,” ujar Lukman.

Pemerintah Siaga, TNI dan BNPT Turun Tangan

Menko Polhukam Budi Gunawan turut memerintahkan TNI, Polri, dan BNPT untuk menyelidiki ancaman bom yang mengganggu penerbangan haji tersebut.

“Jajaran TNI, Polri, dan BNPT untuk melakukan pendalaman lanjutan berkoordinasi dengan otoritas penerbangan Arab Saudi,” kata Budi.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa, dan seluruh proses evakuasi berjalan lancar di Bandara Kualanamu, Medan.

“Proses evakuasi di Bandara Kualanamu berlangsung aman dan tertib tanpa ada korban jiwa,” tambahnya.

Hingga berita ini ditulis, penyelidikan terhadap pelaku pengirim email teror bom masih terus berlangsung.

Sementara itu, keamanan penerbangan nasional tetap dalam pengawasan ketat aparat dan otoritas terkait. (dam)

 

 

Editor : Damianus Bram
#bom #ancaman bom #Saudia Airlines #jihandak #jemaah haji #pesawat #bandara kualanamu