Erni Ariyanti Sitorus Ketua DPRD Sumut Klaim 4 Pulau Aceh, Kini Dikecam Netizen dan Dihantam Isu Dinasti Politik?
Didi Agung Eko Purnomo• Selasa, 17 Juni 2025 | 03:05 WIB
Politisi Golkar Sumut Erni Ariyanti Sitorus.
SOLOBALAPAN.COM – Nama Erni Ariyanti Sitorus, Ketua DPRD Sumatera Utara, tengah jadi bulan-bulanan publik.
Semua bermula dari pernyataannya yang dengan tegas menyatakan empat pulau di wilayah perbatasan Aceh—Pulau Mangkir Besar, Mangkir Kecil, Lipan, dan Panjang—sah milik Sumut.
“Kita siap hadapi. Empat pulau itu sah masuk Sumut,” ujar Erni, seperti yang tersebar dalam flyer pertemuan resmi yang viral di media sosial.
Pernyataan ini langsung menyulut amarah warga Aceh, termasuk politisi Salmawati, istri Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang kini menjabat anggota Komisi III DPR Aceh.
Salma menilai klaim Erni adalah bentuk pengingkaran terhadap semangat rekonsiliasi pasca-damai Aceh.
“Ini bukan sekadar urusan teknis. Ini soal keadilan konstitusional. Soal bagaimana negara memperlakukan Aceh setelah konflik,” tegas Salma, Sabtu (14/6).
Tak hanya dikecam tokoh politik, Erni Ariyanti Sitorus juga jadi sasaran 'pengulitan' netizen, terutama oleh pegiat media sosial Jhon Sitorus.
Dalam utas viralnya, Jhon menuding Erni bagian dari dinasti politik Sitorus yang sudah lama bercokol di Labuhanbatu Utara.
Ia mengungkap bahwa ayah Erni, Khairuddin Syah Sitorus alias Buyung Sitorus, adalah mantan Bupati Labura dua periode yang pernah dua kali divonis bersalah dalam kasus korupsi.
Kasus pertama, terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN-P 2017 dan APBN 2018 senilai Rp504,7 miliar.
Vonis: 1 tahun 6 bulan penjara + denda Rp100 juta (subsider 2 bulan)
Kasus kedua, korupsi insentif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) senilai Rp2,1 miliar.
Vonis: 1 tahun 6 bulan penjara + denda Rp100 juta (subsider 3 bulan)
Tak berhenti di situ, kakak laki-lakinya, Andri Yanto Sitorus, juga menjabat Bupati Labura dua periode berturut-turut (2021–2025 dan 2025–2029) setelah sebelumnya duduk di DPRD kabupaten selama dua periode.
“Klaim pulau Aceh itu bukan sekadar soal wilayah, tapi sudah aroma ambisi politik bercampur warisan dinasti,” tulis Jhon Sitorus.
Perolehan suara 2024: 114.492 suara (terbanyak se-Sumut)
Pencapaian: Perempuan ke-2 yang pernah menjabat Ketua DPRD Sumut (setelah Darmataksiah, 2008–2009)
Karier politik Erni memang terbilang moncer. Ia memulai kiprah di Pemilu 2019 dengan meraih 89 ribu suara.
Di 2024, lonjakan suaranya makin menggila dan ikut mendongkrak Golkar menjadi partai peraih kursi terbanyak di DPRD Sumut, menggeser dominasi PDIP.
Namun, kesuksesan politiknya kini berada di bawah bayang-bayang kontroversi klaim wilayah dan sorotan soal warisan politik dinasti yang dibumbui skandal korupsi keluarga.
Klaim empat pulau yang memicu amarah Aceh ini bisa menjadi bara baru dalam relasi pusat dan daerah.
Belum ada pernyataan dari Kemendagri terkait polemik ini, namun publik menuntut penyelesaian yang adil, transparan, dan tidak bias kepentingan politik lokal. (did)