SOLOBALAPAN.COM – Pernah dengar mitos yang bilang bahwa saat jerawatan sebaiknya tidak melakukan eksfoliasi sama sekali?
Ternyata, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.
Menurut penjelasan dari dr. Claudia Christin dalam akun TikTok-nya @funskincare, menghentikan eksfoliasi saat berjerawat adalah mitos yang perlu diluruskan.
dr. Claudia menjelaskan bahwa tidak semua jerawat muncul karena skin barrier yang rusak.
Banyak faktor lain yang bisa memicu jerawat, termasuk pori-pori tersumbat dan produksi minyak berlebih.
Dalam beberapa kondisi, eksfoliasi justru dibutuhkan untuk membantu regenerasi kulit dan membersihkan pori-pori.
Namun tentu saja, jenis eksfoliator, frekuensi penggunaan, serta persentase kandungan bahan aktif harus disesuaikan dengan kondisi kulit.
Menggunakan eksfoliator terlalu sering atau dalam konsentrasi tinggi saat kulit sedang meradang justru bisa memperparah kondisi dan merusak skin barrier.
Menariknya, kamu bisa merawat jerawat sambil tetap menjaga kesehatan skin barrier.
Caranya adalah dengan memilih kandungan eksfoliasi yang lembut serta mengombinasikannya dengan bahan penenang kulit seperti centella asiatica atau aloe vera.
Artinya, kamu tetap bisa eksfoliasi asal dilakukan dengan tepat.
Baca Juga: Serangan Israel ke Iran Kian Memanas, Bagaimana Dampaknya terhadap Jemaah Haji Indonesia?
Pemilihan produk yang sesuai, penggunaan yang tidak berlebihan, dan konsistensi perawatan jadi kunci utamanya.
Jadi, pernyataan bahwa kamu harus stop eksfoliasi saat jerawatan adalah mitos.
Yang terpenting adalah memahami jenis jerawat yang kamu alami, memilih produk yang cocok, dan konsultasi ke dokter kulit jika ragu.
Dengan pendekatan yang tepat, eksfoliasi tetap bisa jadi bagian dari rutinitas perawatan kulit saat jerawat menyerang. (sbl/lz)
Editor : Laila Zakiya