Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Siapa Sosok Pangeran Mangkubumi? Sekjen Relawan Gibranku yang Ditegur Pedas oleh Rocky Gerung, Seorang Bangsawan?

Didi Agung Eko Purnomo • Jumat, 13 Juni 2025 | 02:40 WIB
Pangeran Mangkubumi.
Pangeran Mangkubumi.

SOLOBALAPAN.COM - Sosok Pangeran Mangkubumi mendadak menjadi perbincangan publik usai tampil dalam program televisi Rakyat Bersuara yang tayang pada Rabu, 11 Juni 2025.

Ia hadir sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) kelompok relawan Gibranku, yang dikenal sebagai pendukung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam forum tersebut, Pangeran menyampaikan sejumlah pernyataan filosofis seputar politik nasional, namun argumentasinya justru mendapat respons tajam dari akademisi dan kritikus politik kawakan, Rocky Gerung.

Siapa Pangeran Mangkubumi?

Pangeran Mangkubumi dikenal aktif dalam kancah politik relawan, khususnya mendukung Gibran dalam kontestasi Pilpres 2024.

Ia merupakan bagian dari struktur inti Gibranku, salah satu organ relawan yang masif bergerak selama masa kampanye.

Di akun Instagram-nya, @pangeranmns, ia kerap membagikan dokumentasi kegiatan relawan, termasuk saat ia berpidato dalam Deklarasi dan Pelantikan Gibranku Provinsi Banten, 26 Desember 2023 lalu.

Dalam bio akun tersebut, ia mencantumkan nama lengkapnya: R.P Negara Mangkubumi.

Nama tersebut mengesankan adanya nuansa bangsawan, dengan awalan R.P yang kemungkinan besar merujuk pada "Raden Pangeran."

Namun sejauh ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai apakah ia benar memiliki darah biru dari trah kerajaan.

Apa Itu Gibranku?

Gibranku adalah jaringan relawan yang dibentuk untuk mendukung Gibran Rakabuming Raka dalam pencalonannya sebagai Wakil Presiden RI tahun 2024.

Gibran, yang juga putra sulung Presiden Joko Widodo, kini telah resmi menjabat sebagai Wapres terpilih.

Kelompok seperti Gibranku memainkan peran penting dalam membangun dukungan akar rumput dan mengangkat citra Gibran di mata publik.

Namun, mereka juga tak lepas dari sorotan, khususnya tudingan sebagai bagian dari praktik politik dinasti.

Pernyataan Pangeran Soal 'Anechoic Chamber' dan Kritik Rocky Gerung

Dalam acara Rakyat Bersuara, isu utama yang dibahas adalah wacana pemakzulan Gibran yang disuarakan oleh sejumlah purnawirawan TNI.

Menanggapi hal ini, Pangeran menyayangkan narasi yang menurutnya “gaduh tapi kosong.”

Ia menyampaikan analogi menarik:

“Bangsa ini butuh masuk ke dalam spektrum keheningan, seperti dalam anechoic chamber, agar kita bisa mendengar suara rakyat yang sebenarnya.”

Menurutnya, analogi ruang kedap suara tersebut menggambarkan pentingnya ketenangan dalam berpikir dan memilah persoalan, bukan sekadar mengikuti arus kegaduhan politik yang terjadi di permukaan.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak ikut hanyut dalam narasi konflik, tetapi menjadi pendengar yang sensitif terhadap kebutuhan riil masyarakat.

Rocky Gerung: Kritik Balik yang Menohok

Namun, pendapat Pangeran ini langsung dibantah dengan nada sinis oleh Rocky Gerung. Menurutnya, justru kekacauan substansi dalam politik saat ini merupakan buah dari sistem kekuasaan yang dibangun oleh lingkaran istana sendiri.

“Jadi kekacauan itu terjadi justru karena anechoic chamber dibuat sendiri oleh kalangan istana. Istana siapa? Ya Istana Jokowi pada waktu itu,” sindir Rocky.

Ia menambahkan bahwa jika isu pemakzulan Gibran kini ramai dibicarakan dan bahkan menembus perhatian media internasional seperti The New York Times, maka hal tersebut mencerminkan keresahan publik yang nyata—bukan sekadar narasi kosong. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#rocky gerung #sekjen #relawan gibranku #Pangeran Mangkubumi #bangsawan