Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Bahlil Lahadalia Diteriaki Penipu Saat Kunjungi Raja Ampat, Menteri ESDM Ini Dapat Pembelaan dari Golkar

Damianus Bram • Selasa, 10 Juni 2025 | 01:49 WIB
Menteri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Menteri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

SOLOBALAPAN.COM – Kunjungan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Bandara Domine Eduard Osok (DEO), Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (7/6/2025), mendapat penolakan keras dari aktivis dan warga adat Raja Ampat.

Ia diteriaki “penipu” dan dituding menutup mata terhadap kehancuran alam akibat tambang nikel di kawasan tersebut.

Aksi tersebut dipicu oleh penolakan terhadap aktivitas tambang nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, yang diduga dilakukan oleh PT Gag Nikel.

Para aktivis dan masyarakat adat menolak tambang yang dianggap merusak ekosistem dan warisan leluhur Papua.

“Papua ini bukan tanah kosong! Ini warisan leluhur kami, bukan ruang kosong untuk dirusak investor!” teriak Uni Klawen, pemuda adat Raja Ampat, sebagaimana viral di media sosial X.

Bahlil Diteriaki dan Dihadang Aktivis

Aksi penolakan tersebut berlangsung sejak pukul 06.24 WIT. Puluhan aktivis membawa spanduk dan pamflet bertuliskan #SaveRajaAmpat serta meneriakkan tuntutan agar seluruh izin tambang di Raja Ampat dicabut.

Tiga tuntutan utama mereka adalah:

Golkar: Izin Tambang Terbit Sejak 2017

Menanggapi tudingan terhadap Bahlil, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menyebut bahwa izin usaha pertambangan (IUP) di Raja Ampat sudah diterbitkan sejak tahun 2017, saat Menteri ESDM masih dijabat Ignasius Jonan.

“Kami sangat menyayangkan karena yang melakukan aksi tidak menguasai anatomi masalah yang sebenarnya. Izin tambang itu sudah ada jauh sebelum Pak Bahlil menjabat,” ujar Idrus kepada wartawan, Senin (9/6/2025).

Idrus menyatakan bahwa Bahlil baru masuk pemerintahan pada 2019 sebagai Kepala BKPM, dan baru kemudian menjabat Menteri ESDM. Ia menilai tudingan yang menyebut Bahlil sebagai penipu sangat tidak berdasar.

Idrus juga menegaskan bahwa Bahlil justru bertanggung jawab dan bergerak cepat dengan meninjau langsung lokasi tambang di Raja Ampat.

“Pak Bahlil cepat bertindak secara nyata dengan meninjau langsung ke lokasi, sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya,” lanjut Idrus.

Menurutnya, Bahlil tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi benar-benar turun mendengar suara masyarakat.

“Dia tidak hanya bekerja di balik meja, tapi benar-benar datang langsung untuk mendengar dan berdialog dengan masyarakat,” pungkasnya.

Aktivis Tuduh Bahlil Tutup Mata

Meski begitu, para aktivis tetap menilai Bahlil tidak terbuka. Mereka menuduh Bahlil hanya menyebut PT Gag Nikel, dan diam terhadap tiga perusahaan tambang lainnya, yaitu:

“Jika tambang terus dipaksakan, kita sedang menyaksikan perlahan-lahan matinya surga dunia oleh tangan elite kita sendiri,” tandas mereka dalam orasi.

Di lokasi yang dulu dikenal dunia sebagai surga bawah laut, kini suara mesin tambang menggantikan kicau burung cendrawasih. Pulau-pulau yang suci dan sakral berubah jadi ladang eksploitasi.

“Ini bukan pembangunan. Ini perampasan!” tegas salah satu aktivis sambil membentangkan pamflet bertuliskan #SaveRajaAmpat.

Aksi yang terjadi sejak pukul 06.24 WIT itu menyulut ketegangan di bandara. Para aktivis mengklaim Bahlil mencoba menghindari massa dengan keluar melalui pintu belakang bandara.

Aktivis menilai, Raja Ampat bukan hanya milik investor tambang dan pejabat pusat. Ini adalah rumah bagi ribuan warga adat dan jutaan spesies yang hidup berdampingan dengan alam. (Dam)

Editor : Damianus Bram
#bahlil lahadalia #Tambang Nikel #SaveRajaAmpat #menteri esdm #raja ampat #papua