Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Profil Miguel Uribe, Calon Presiden Kolombia yang Ditembak 3 Kali saat Sedang Kampanye, Begini Kondisi Terkininya!

Laila Zakiya • Senin, 9 Juni 2025 | 00:22 WIB

 

Calon Presiden Kolombia, Miguel Uribe Turbay.
Calon Presiden Kolombia, Miguel Uribe Turbay.

SOLOBALAPAN.COM – Kolombia kembali diguncang oleh aksi kekerasan politik.

Miguel Uribe Turbay, senator muda berusia 39 tahun sekaligus calon presiden Kolombia 2026 dari Partai Centro Democratico, dalam kondisi kritis setelah ditembak tiga kali saat tengah berpidato dalam acara kampanye di Bogotá, Sabtu (7/6/2025) waktu setempat.

Serangan brutal ini terjadi di sebuah taman terbuka di ibu kota Kolombia, tepat saat Uribe menyampaikan pidato di hadapan para pendukungnya.

Menurut laporan dari BBC dan sejumlah media internasional, Miguel Uribe tertembak dua kali di kepala dan satu kali di lutut, membuatnya langsung roboh bersimbah darah di atas kap mobil putih. Kepanikan pun melanda area kampanye.

 

Pelaku penembakan adalah remaja 15 tahun yang langsung ditangkap aparat keamanan di lokasi.

Polisi menyita senjata api jenis Glock 9mm dari tangan pelaku.

Remaja tersebut juga mengalami luka tembak di bagian kaki saat berupaya melarikan diri dan kini menjalani perawatan medis.

Kejadian ini mengejutkan publik Kolombia.

Pemerintah Kolombia melalui Menteri Pertahanan Pedro Sanchez mengutuk keras insiden tersebut dan menjanjikan penyelidikan menyeluruh.

Ia juga mengumumkan hadiah sebesar 3 miliar peso Kolombia (setara Rp 11,9 miliar) bagi siapa pun yang memiliki informasi terkait dalang di balik serangan ini.

Hingga saat ini, belum diketahui motif pasti pelaku.

Namun insiden ini dianggap sebagai ancaman serius terhadap demokrasi Kolombia, yang selama ini masih bergelut dengan kekerasan politik dan sejarah panjang konflik bersenjata.

Miguel Uribe segera dilarikan menggunakan helikopter ke Klinik Fundación Santa Fe, salah satu rumah sakit terbaik di Bogotá.

Ia langsung menjalani operasi bedah saraf dan bedah vaskular, dan kini masih dalam tahap pemulihan pasca operasi di ruang perawatan intensif.

Istrinya, Maria Claudia Tarazona, lewat akun X (dulu Twitter), memohon doa dari seluruh warga Kolombia.

“Miguel sedang berjuang untuk hidupnya. Mari kita memohon kepada Tuhan agar membimbing tangan para dokter,” tulisnya penuh haru.

Sementara itu, Wali Kota Bogotá Carlos Fernando Galán menyatakan bahwa saat ini Miguel berada dalam masa kritis pascaoperasi dan masih dalam pengawasan ketat tim medis.

 

Miguel Uribe bukan nama asing di perpolitikan Kolombia.

Ia menjabat sebagai senator sejak 2022 dan sebelumnya dikenal sebagai Sekretaris Pemerintahan Kota Bogotá serta mantan anggota dewan kota.

Meski masih muda, ia berasal dari keluarga politik berpengaruh.

Miguel adalah cucu dari mantan Presiden Kolombia Julio César Turbay (1978–1982) dan anak dari jurnalis legendaris Diana Turbay, yang tewas pada 1991 saat upaya penyelamatan dari penculikan oleh Kartel Medellín pimpinan Pablo Escobar.

Ia mengumumkan pencalonannya sebagai presiden pada Oktober 2024 dan sejak saat itu dikenal sebagai kritikus keras Presiden Gustavo Petro, presiden petahana yang berasal dari sayap kiri.

 

Penembakan terhadap Miguel Uribe menuai kecaman dari dalam dan luar negeri. Presiden Gustavo Petro menyebut kejadian ini sebagai:

"Tindakan kekerasan terhadap demokrasi, kebebasan berpikir, dan hak politik di Kolombia."

Namun, ketegangan politik meningkat setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut bahwa:

“Ini adalah ancaman langsung terhadap demokrasi, dipicu oleh retorika kekerasan dari pihak kiri.”

Uribe sendiri dalam berbagai pernyataan sebelumnya memang menuding Petro turut bertanggung jawab secara moral atas memburuknya iklim politik yang memicu kekerasan.

 

Ratusan warga Kolombia berkumpul di depan rumah sakit tempat Uribe dirawat. Mereka menyalakan lilin, menggenggam salib, dan memanjatkan doa.

“Kolombia sedang terluka. Hati kami hancur,” ujar Carolina Gomez, seorang pengusaha yang ikut hadir dalam aksi solidaritas.

Insiden ini kembali mengingatkan publik akan kerentanan demokrasi di Kolombia yang masih dihantui bayang-bayang kekerasan politik dan sejarah berdarah masa lalu. (lz/**)

Editor : Laila Zakiya
#kolombia #ditembak #Miguel Uribe Turbay #calon presiden #kampanye