SOLOBALAPAN.COM – Siapa tak kenal Robin Hood, sosok legendaris dari Inggris yang dikenal mencuri dari orang kaya dan membagikan hasilnya kepada kaum miskin.
Meski tak pernah terbukti benar-benar ada, kisah Robin Hood telah melekat sebagai pahlawan dalam cerita rakyat Inggris.
Nyatanya, dalam sejarah dunia, sejumlah sosok benar-benar menjalani kehidupan seperti Robin Hood.
Mereka dikenal sebagai pencuri, perampok, hingga pembunuh, namun dicintai rakyat miskin karena keberpihakan dan keberanian mereka.
Dilansir dari laman History dan Liputan6, berikut kisah empat ‘Robin Hood dunia nyata’ yang benar-benar pernah hidup dan meninggalkan jejak sejarah:
1. Scotty Smith – Pencuri Baik Hati dari Afrika Selatan
Lahir di Perth, Skotlandia pada 1845, Scotty Smith dikenal sebagai pencuri kuda dan hewan ternak di Afrika Selatan.
Meski mengklaim sebagai kerabat bangsawan Inggris, tak ada bukti yang mendukung pernyataannya.
Smith sempat menjadi anggota Frontier Armed and Mounted Police (FAMP), pasukan multirasial di Tanjung Harapan.
Namun, ia memilih hidup sebagai bandit. Ia mencuri dari orang kaya dan membagikannya kepada orang miskin, khususnya janda dan perempuan miskin yang memberinya perlindungan tanpa tahu identitas aslinya.
Bahkan ia pernah membayar biaya pemakaman penderita TBC dan menyerahkan diri ke polisi demi temannya bisa mendapat hadiah—dengan rencana kabur setelahnya.
2. Pancho Villa – Bandit Revolusioner Meksiko
Nama Pancho Villa terkenal dalam sejarah Meksiko sebagai bandit sekaligus pemimpin revolusi.
Ia memulai perjalanan kriminalnya setelah membunuh seorang pria yang menyerang adiknya.
Meski dikenal kejam terhadap musuhnya, ia sering menyumbangkan hasil rampokan kepada panti asuhan dan badan amal.
Jurnalis John Reed mencatat bagaimana kelompok Villa mencuri sapi dan jagung dari orang kaya untuk dibagikan ke warga miskin.
Ia bahkan pernah menjadi gubernur negara bagian Chihuahua, menerapkan kebijakan pro-rakyat miskin. Villa tewas pada 1923 akibat ditembak saat sedang mengemudi.
3. Salvatore Giuliano – Sang Bandit dari Sisilia
Salvatore Giuliano, lahir di Montelepre, Italia pada 1922, menjadi terkenal sebagai penyelundup makanan selama invasi sekutu ke Sisilia.
Ia membunuh seorang polisi dan kabur ke pegunungan, membentuk geng dengan 50 orang pengikut.
Dikenal kejam terhadap aparat, namun ia dihormati oleh warga miskin karena sering memberikan makanan, senjata, dan bantuan medis kepada penduduk desa.
Giuliano bahkan pernah mengirim surat kepada Presiden AS Harry S. Truman, meminta agar Sisilia dijadikan negara bagian ke-51 AS.
Meski dianggap kriminal, Giuliano dihormati oleh rakyat kecil yang dilindunginya.
4. Phoolan Devi – Ratu Bandit dari India
Tak kalah menarik, kisah Phoolan Devi, perempuan bertubuh mungil namun dijuluki Queen Bandit ini menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan di India.
Dinikahkan paksa di usia 11 tahun dengan pria berusia 30 tahun, Phoolan mengalami pelecehan dan penyiksaan.
Berasal dari kasta rendah Mallah, ia mendirikan geng bandit untuk membalas dendam kepada kasta Thakur, kasta tinggi yang kerap menindasnya.
Pada 1981, ia mengeksekusi 22 pria kasta tinggi dalam insiden pembantaian Behmai sebagai aksi balasan atas penderitaannya.
Pemerintah India menolak gagasan yang menyebut Phoolan Devi sebagai sosok 'Robin Hood' yang mencuri dari orang kaya untuk diberikan kepada warga miskin.
Warga miskin mengenangnya sebagai pahlawan, beberapa bahkan meyakini ia adalah inkarnasi dari Dewi Durga.
Setelah menyerahkan diri pada 1983, ia mendekam 11 tahun di penjara, lalu terpilih menjadi anggota parlemen India dan memperjuangkan hak-hak rakyat kecil dan kesetaraan gender.
Phoolan tewas pada 2001 dalam aksi penembakan di depan rumahnya. Namun hingga kini, ia tetap dikenang sebagai simbol perlawanan dan pahlawan oleh kaum tertindas. (dam)
Editor : Damianus Bram