Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Viral Sosok Shuniyya Ruhama Penceramah yang Diduga Waria Gegerkan Media Sosial, Siapa Sebenarnya? Ternyata Lulusan...

Didi Agung Eko Purnomo • Minggu, 1 Juni 2025 | 23:28 WIB
Shuniyya Ruhama penceramah waria.
Shuniyya Ruhama penceramah waria.

SOLOBALAPAN.COMJagad media sosial tengah dibuat heboh oleh sosok Shuniyya Ruhama, seorang penceramah yang mendadak viral usai videonya tersebar luas pada Kamis, 29 Mei 2025.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @medsos_rame, Shuniyya tampak mengenakan busana muslimah berwarna putih lengkap dengan jilbab senada, memberikan ceramah bertema rumah tangga.

Dengan gaya bicara yang santai, sesekali diselingi candaan, ia menyampaikan tips menghadapi suami yang menyebalkan—salah satunya adalah menyuguhkan minuman sambil membacakan Asmaul Husna.

Penyampaiannya yang luwes membuat banyak warganet menyamakan gaya ceramahnya dengan pendakwah-pendakwah kondang.

Namun, sorotan publik tak hanya tertuju pada isi ceramah, melainkan pada identitas pribadi Shuniyya yang disebut-sebut sebagai seorang waria atau pria yang mengidentifikasi sebagai perempuan.

Mengaku Terlahir Laki-laki, Namun Merasa Perempuan

Bukan kali pertama Shuniyya menjadi perbincangan. Ia pernah menulis buku berjudul "Jangan Lepas Jilbabku! Catatan Harian Seorang Waria" yang diterbitkan Galang Press pada Mei 2005.

Dalam buku tersebut, Shuniyya Ruhama Habiiballah menulis secara terbuka bahwa dirinya terlahir sebagai laki-laki tanpa kelainan fisik, namun sejak kecil merasa sebagai perempuan.

Pengakuan ini pula yang menjadi sumber kontroversi hingga saat ini, terutama di tengah masyarakat yang sensitif terhadap isu identitas gender dan agama.

Lulusan Cumlaude UGM dan Aktivis Sosial

Di balik kontroversinya, Shuniyya Ruhama memiliki latar belakang pendidikan yang mentereng.

Ia adalah lulusan Jurusan Sosiologi Fisipol UGM, lulus pada tahun 2004 dengan predikat cumlaude (IPK 3,56). Skripsinya berjudul "Keanekaragaman Ekspresi Busana Waria" menunjukkan ketertarikan akademisnya terhadap isu identitas gender.

Meski mengaku tak mengundang siapa pun saat prosesi wisuda, momen kelulusannya ia anggap sebagai bentuk perjuangan dan pembuktian diri.

Dekat dengan NU dan Komunitas Gusdurian

Dari penelusuran akun Instagram @shuniyya_ruhama, ia mengidentifikasi diri sebagai simpatisan Nahdlatul Ulama (NU) dan kerap aktif dalam kegiatan Fatayat NU.

Ia juga menyebut dirinya sebagai Koordinator Gusdurian Kendal, sebuah komunitas yang meneruskan pemikiran pluralis mendiang Gus Dur.

Hal ini menambah kompleksitas sosok Shuniyya, yang di satu sisi tampil sebagai aktivis sosial dan keagamaan, namun di sisi lain menghadapi penolakan dari sebagian kelompok masyarakat karena identitas gendernya.

Netizen Terbelah: Antara Dukungan dan Penolakan

Klaim identitas gender Shuniyya Ruhama memicu perdebatan sengit di media sosial.

Sebagian mendukung keberaniannya tampil dan menyampaikan ceramah, mengapresiasi pengetahuan agama dan retorikanya.

Namun, tak sedikit pula yang mengecam, mempertanyakan kelayakannya menjadi penceramah agama.

Sebagian komentar netizen mempertanyakan apakah seseorang yang mengidentifikasi sebagai waria pantas menyampaikan tausiyah, terlebih dalam forum publik.

Ada pula yang khawatir konten seperti ini bisa mengaburkan batasan norma sosial dan agama.

Refleksi: Siapa yang Layak Berceramah?

Kisah Shuniyya Ruhama membuka kembali diskursus publik soal inklusivitas dalam ruang-ruang keagamaan.

Apakah pengetahuan agama dan kontribusi sosial bisa dipisahkan dari identitas personal seseorang?

Apapun pandangannya, fakta bahwa video ceramah Shuniyya menjadi viral membuktikan bahwa masyarakat Indonesia masih sangat sensitif terhadap isu-isu terkait gender, agama, dan representasi publik.

Pertanyaannya, apakah Shuniyya akan terus maju dan membuka ruang dakwah bagi kalangan marjinal, atau justru harus menghadapi tekanan sosial yang lebih besar? (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#viral #penceramah #lulusan #waria #Shuniyya Ruhama