Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Fenomena Tung Tung Tung Sahur: Meme Viral, Tapi Kok Dipantau Pemerintah?

Damianus Bram • Minggu, 1 Juni 2025 | 02:38 WIB
Tung Tung Tung Sahur yang diciptakan oleh @noxaasth
Tung Tung Tung Sahur yang diciptakan oleh @noxaasth

SOLOBALAPAN.COM – Meme Tung Tung Tung Sahur tengah viral di media sosial. Namun, di balik kelucuan dan kreativitasnya, ternyata ada sisi serius yang kini menarik perhatian pemerintah.

Fenomena ini mencuat setelah beredar video suara kentongan sahur yang berbunyi di waktu tidak wajar—tengah malam atau dini hari—tanpa ada sosok yang terlihat. Warganet pun menyebutnya sebagai “anomali tungtung sahur.”

Dikutip dari The Economic Times (21/4/2025), meme ini menampilkan animasi batang kayu silinder mirip alat latihan beban tradisional India, mugdar, yang memegang tongkat bisbol dan diiringi lagu "Tung Tung Tung Sahur".

Makna Budaya dan Kreativitas Digital

Baca Juga: Tragis! Dua Anak Tewas Terseret Arus Kali Pepe Saat Bermain, Evakuasi Sempat Terkendala

Frasa “Tung Tung Tung Sahur” merepresentasikan bunyi kentongan yang biasa digunakan membangunkan warga untuk sahur selama bulan Ramadan. Popularitasnya meledak di negara mayoritas Muslim, termasuk Indonesia.

Tren ini berkembang menjadi beragam variasi—dari remix lagu, karakter hasil teknologi AI, hingga editan video absurd yang tersebar di TikTok, Instagram, dan YouTube Shorts. Generasi muda pun memanfaatkannya sebagai ekspresi kreatif dan hiburan.

Namun, di balik keunikan tersebut, muncul kekhawatiran mengenai dampak konten semacam ini, terutama bagi anak-anak dan remaja.

Pemerintah Turun Tangan

Baca Juga: Mengenal Pembalut Kain! Ini 9 Hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Pakai Cloth Pad

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, menegaskan bahwa meme Tung Tung Tung Sahur menjadi salah satu contoh konten yang masuk radar pengawasan pemerintah.

“Di peraturan perlindungan anak itu ada mengatur terkait produk, fitur, dan layanan, termasuk konten,” ujarnya.

Rencana regulasi ini akan dituangkan dalam Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dan Perlindungan Anak, untuk memperkuat tanggung jawab platform digital serta melindungi pengguna usia muda.

Pentingnya Edukasi dan Etika Konten

Konten seperti Tung Tung Tung Sahur memang menunjukkan sisi kreatif internet. Namun, jika tidak dibarengi nilai edukatif dan etika, bisa memicu kebingungan atau ketakutan pada kelompok usia rentan.

Pemerintah mengimbau kreator lebih bijak dalam membuat konten, tidak semata-mata demi viralitas, melainkan juga memperhatikan dampak psikologis dan sosial.

Di tengah banjir informasi digital, sinergi antara pembuat konten, platform, pengguna, dan pemerintah sangat penting untuk menciptakan ruang digital yang sehat dan bertanggung jawab. (dam)

Editor : Damianus Bram
#viral #tung tung tung sahur #sahur #meme #kentongan #Tung Tung Sahur #konten