Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Kisah Peng Yujiang: Paraglider Tiongkok yang Selamat Setelah Tersedot ke Awan Setinggi 8.500 Meter

Damianus Bram • Minggu, 1 Juni 2025 | 00:53 WIB
Cuplikan dari video viral yang diklaim memperlihatkan seorang paralayang terbang di ketinggian 8.000 meter.
Cuplikan dari video viral yang diklaim memperlihatkan seorang paralayang terbang di ketinggian 8.000 meter.

SOLOBALAPAN.COM — Seorang pria asal Tiongkok bernama Peng Yujiang mengalami peristiwa langka dan menegangkan ketika melakukan uji coba paralayang di atas Pegunungan Qilian, Tiongkok barat laut, Minggu (25/5/2025).

Ia tersedot ke udara hingga mencapai ketinggian 8.500 meter — setara dengan hampir puncak Gunung Everest.

Peristiwa tersebut langsung menyita perhatian media lokal dan internasional karena risiko ekstrem yang mengancam nyawa.

Ditarik Awan Hingga Hampir Kehilangan Kesadaran

Dikutip dari BBC, Sabtu (31/5/2025), Peng, 55 tahun, awalnya hanya menguji peralatan paralayang baru di ketinggian sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut.

Namun tiba-tiba ia tersedot oleh fenomena alam yang dikenal sebagai “cloud suck” — arus udara vertikal kuat yang dapat menarik paraglider ke atmosfer atas.

“Saya ingin turun secepatnya, tapi saya tidak bisa. Saya terus terangkat sampai masuk ke dalam awan,” ujar Peng kepada China Media Group.

Dalam rekaman video yang diunggah ke Douyin (versi TikTok di Tiongkok), terlihat tubuh dan wajah Peng tertutup es, mengindikasikan suhu ekstrem dan udara tipis yang ia hadapi.

“Itu benar-benar menakutkan. Semuanya putih. Saya tidak bisa melihat ke mana pun. Tanpa kompas, saya tidak tahu arah. Saya kira saya terbang lurus, ternyata saya berputar-putar,” ungkapnya.

Suhu pada ketinggian 8.500 meter bisa mencapai -40 derajat Celsius, sementara kadar oksigen sangat rendah, menyebabkan efek hipoksia yang kemungkinan membuat Peng sempat kehilangan kesadaran.

Beruntung, ia berhasil mengendalikan parasut dan mendarat selamat, meskipun mengalami hipotermia parah.

Video Viral Tapi Diduga Mengandung Rekaman AI

Meski demikian, keaslian video sempat dipertanyakan. NBC News melaporkan bahwa analisis dari GetReal Labs menemukan adanya unsur visual sintetis dalam lima detik pertama video.

Bahkan, logo aplikasi AI bernama “Doubao” terdeteksi sempat muncul dan dihilangkan dalam versi akhir video yang viral.

“Model kami mengonfirmasi bahwa frame awal bersifat sintetis,” ujar GetReal Labs.

Inkonstistensi lainnya seperti tulisan “Apollo 2” yang tak terbaca, bentuk tubuh, hingga medan yang tidak cocok dengan kontur Pegunungan Qilian ikut jadi catatan.

Meskipun demikian, asosiasi olahraga udara Gansu menyebut sebagian besar video tetap valid dan diambil dari perangkat milik Peng. Namun, pernyataan itu kemudian ditarik karena adanya detail teknis yang belum terverifikasi.

Dikenai Sanksi, Protokol Keselamatan Akan Dievaluasi

Peng memang memiliki lisensi resmi paralayang, tetapi ia tidak mengantongi izin penerbangan saat kejadian.

Akibatnya, ia dijatuhi sanksi skorsing selama enam bulan oleh otoritas Tiongkok.

Penyelidikan kini masih berlangsung, termasuk kemungkinan pelanggaran regulasi udara sipil.

Sementara itu, seorang ahli paralayang bermarga Ou mengatakan, ketinggian ekstrem itu sangat berbahaya.

“Pada 8.000 meter, udara sangat tipis dan suhu bisa membunuh. Sangat jarang orang selamat dari kondisi seperti itu. Ini benar-benar keajaiban,” ujarnya.

Kisah selamatnya Peng menjadi peringatan serius bagi komunitas paralayang dunia. Di balik keindahan olahraga ini, terdapat bahaya nyata yang bisa mengancam kapan saja tanpa perencanaan matang, peralatan memadai, dan izin resmi.

Pemerintah Tiongkok pun kini tengah mengkaji ulang protokol keselamatan paralayang agar tragedi serupa tidak terulang.

Editor : Damianus Bram
#Paraglider #china #tersedot ke awan #tiongkok #paralayang