SOLOBALAPAN.COM – Kematian tragis siswa kelas 2 SD di Riau bernama KB (8), warga Desa Buluh Rampai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, menyisakan duka mendalam bagi keluarganya.
KB meninggal dunia diduga akibat perundungan (bullying) oleh lima kakak kelasnya.
Perundungan yang menimpa KB disebut dipicu oleh perbedaan suku dan agama.
Kasus ini langsung menyita perhatian publik usai viral di media sosial.
Di Instagram, X (Twitter), dan berbagai platform lainnya, netizen meluapkan kemarahan dan kekecewaan mereka terhadap insiden ini.
“Anak SD Sudah Bahas Agama?”
Netizen menyoroti betapa mengkhawatirkannya kondisi moral anak-anak saat ini. Banyak yang tak percaya anak usia SD sudah menggunakan isu suku dan agama untuk merundung temannya.
"Anak kecil sekarang udah tahu perbedaan agama? Aduh dek, zaman om dulu agama nggak masuk dalam obrolan kami dek," tulis akun @om_yuriii di Instagram.
Komentar bernada serupa membanjiri kolom komentar. Ratusan hingga ribuan warganet menyampaikan belasungkawa, sekaligus menyerukan agar para pelaku dan orang tuanya ikut bertanggung jawab.
"Kalian yang beranak, tolong didik anak bagus-bagus sedari dini, ajari apa itu toleransi. Dunia ini luas dengan keberagaman," tulis akun @ivikapoor.
"Seorang anak nggak akan kurang ajar sampai kelewat batas seperti ini kalau bukan didoktrin sejak dini. Sakit hati bacanya. Dari dalam kandungan, lahir, disayang, disekolahin, malah lingkungan toxic begitu. Turut berduka cita pak/bu," lanjutnya.
Kasus Ini Harus Jadi Cermin
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak: sekolah, pemerintah, dan yang terutama adalah orang tua.
Pendidikan karakter dan nilai-nilai toleransi harus ditanamkan sejak dini, agar tidak lahir generasi yang kehilangan empati dan nalar. (dam)
Editor : Damianus Bram