Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Viral! Bocah SD di Riau Tewas Diduga Akibat Dibully Kakak Kelas, Orang Tua: Karena Beda Suku dan Agama

Damianus Bram • Jumat, 30 Mei 2025 | 19:06 WIB
Ilustrasi orang yang terkena bully, salah satunya di kedokteran UNPAD
Ilustrasi orang yang terkena bully, salah satunya di kedokteran UNPAD

SOLOBALAPAN.COM – Dunia pendidikan Indonesia kembali dikejutkan dengan tragedi memilukan.

Seorang siswa kelas 2 SD di Riau berinisial KB (8) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban bullying oleh lima orang kakak kelasnya.

Kasus ini viral di media sosial dan memicu kemarahan publik karena diduga bermotif perbedaan suku dan agama.

Putra pasangan Gimson Beni Butarbutar (38) dan Siska Yusniati Sibarani (30) tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi lebam dan demam tinggi, namun nyawanya tak tertolong.

"Seminggu yang lalu, dia itu sudah sering di-bully. Dibilang suku ini, agama ini. Itu sebelum dia sakit. Itu biasalah karena mereka namanya anak-anak sekolah," ujar sang ayah, Gimson Beni, dikutip dari JawaPos.com, Jumat (30/5/2025). 

Kronologi Mengerikan

Insiden tragis ini bermula pada Senin (19/5/2025), ketika KB pulang lebih awal naik sepeda, namun ban sepedanya diketahui sudah dikempeskan oleh kakak kelas.

Esok harinya, KB kembali pulang cepat. Saat ditanya, ia mengaku ada acara sekolah. Namun sang ibu kemudian mengatakan KB sebenarnya pulang karena sakit dan telah izin.

Pada malam harinya, kondisi KB memburuk: demam tinggi, sakit pinggang, dan perut bagian bawah membengkak.

Ayah KB lalu menanyakan pada teman sang anak, Rio, yang menyebut KB telah dipukuli oleh lima kakak kelasnya.

Laporan pun disampaikan ke wali kelas, yang awalnya berjanji akan memanggil orang tua pelaku pada Kamis (22/5/2025), namun janji itu tak ditepati.

Gimson akhirnya menemui kepala sekolah pada Jumat (23/5/2025), dan berhasil bertemu salah satu pelaku berinisial DR.

DR mengelak, hanya mengaku “menumbuk dari belakang,” dan menyebut HM sebagai pelaku utama pemukulan di bagian perut.

Namun saat Gimson menemui keluarga HM, mereka tidak menerima tuduhan tersebut dan menyebut ada pelaku lain.

Meninggal Setelah Sempat Muntah Darah

Beberapa hari setelah kejadian, kondisi KB makin memburuk. Ia muntah darah, mengalami kejang-kejang, dan dinyatakan meninggal dunia pada Senin (26/5) pukul 02.10 WIB.

Jenazah sempat dirujuk ke RSUD Pematang Reba, namun sayangnya, nyawa korban tak tertolong.

Seruan Keadilan

Kematian KB menyoroti kembali lemahnya sistem pengawasan di sekolah dasar dan urgensi penanganan kasus bullying yang melibatkan anak-anak di usia dini.

Netizen menuntut aparat hukum turun tangan dan mengusut tuntas penyebab kematian KB, termasuk dugaan diskriminasi berdasarkan latar belakang etnis dan agama. (dam)

Editor : Damianus Bram
#Perbedaan Suku dan Agama #bocah sd tewas #dibully #bullying