Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Video Marah Besar Dedi Mulyadi kepada Suporter Persikas Viral, Ini Penjelasan Sang Gubernur Jawa Barat

Damianus Bram • Jumat, 30 Mei 2025 | 18:02 WIB
Dedi Mulyadi Ngamuk saat Acara Santunan di Subang, Ternyata Dipicu Karena Suporter Persikas.
Dedi Mulyadi Ngamuk saat Acara Santunan di Subang, Ternyata Dipicu Karena Suporter Persikas.

SOLOBALAPAN.COM – Sebuah video yang memperlihatkan kemarahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kepada sekelompok suporter Persikas Subang mendadak viral di media sosial.

Insiden tersebut terjadi dalam acara “Nganjang ka Warga” di Kabupaten Subang yang juga dihadiri oleh mantan Bupati Purwakarta itu.

Dalam video berdurasi satu menit yang beredar luas, Dedi Mulyadi terlihat sedang berbincang dengan seorang ibu dan anaknya di atas panggung.

Mereka sedang berdialog tentang kondisi ekonomi keluarga tersebut dan kemungkinan mendapatkan bantuan dari Pemprov Jabar.

Namun, suasana khidmat itu mendadak terganggu oleh sejumlah suporter Persikas yang meneriakkan yel-yel di tengah kerumunan.

Awalnya, teriakan tersebut diabaikan Dedi. Tetapi semakin lama, intensitasnya meningkat, hingga membuat Dedi menghentikan dialognya.

Dengan suara tinggi dan geram, Dedi langsung menunjuk dan menegur para suporter.

“Ini bukan forum Persikas. Ini forum saya, turunkan spanduknya, turunkan!” teriaknya dari atas panggung.

“Punya otak kamu? Ini penderitaan rakyat, bukan urusan Persikas,” lanjutnya dengan nada tinggi.

Dedi bahkan sempat mengancam akan menelusuri identitas mereka.

“Kalau kamu pelajar, saya akan cari dan temukan sekolah kamu. Kalau kamu mahasiswa, saya akan temukan kampus kamu!” tegasnya.

Tanggapan Dedi Mulyadi Usai Video Viral

Usai video itu viral, Dedi Mulyadi buka suara melalui akun Instagram resminya @dedimulyadi71.

Ia menegaskan bahwa tidak masalah jika dirinya dicap sebagai gubernur pemarah.

“Bagi saya itu tidak penting. Tapi mendidik rakyat jauh lebih penting dibanding popularitas dan elektabilitas,” ujar Dedi.

Ia mengaku marah karena merasa empatinya terhadap seorang ibu yang hidup dalam keterbatasan telah dirusak oleh aksi yang tidak pada tempatnya.

“Saya malam itu marah karena ada sekelompok orang yang tidak memiliki adab,” tegasnya.

Ia menilai bahwa saat warga sedang berbagi cerita kehidupan yang penuh perjuangan, ada pihak yang justru menampilkan ego dengan membela klub sepak bola di forum sosial.

“Hilangnya nalar rasa, hilangnya hati, dan hilangnya cinta pada orang yang terlalu mengedepankan ego untuk membela klubnya, tapi mengabaikan fakta derita yang dihadapi warga,” kata Dedi. (dam)

Editor : Damianus Bram
#viral #gubernur jawa barat #Persikas Subang #Persikas #dedi mulyadi