SOLOBALAPAN.COM – TNI Angkatan Darat (TNI AD) memastikan akan melakukan evaluasi total terhadap prosedur pemusnahan amunisi, pasca insiden ledakan di Garut, Jawa Barat, yang terjadi pada 12 Mei 2025 lalu.
Evaluasi ini akan mencakup seluruh tahapan, mulai dari pelaksanaan teknis hingga administratif.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, menyampaikan bahwa ke depan TNI AD tidak akan lagi melibatkan masyarakat, bahkan dalam pekerjaan ringan sekalipun.
“Kami akan evaluasi betul semua jajaran kami yang akan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sama ataupun kegiatan-kegiatan berisiko lainnya untuk tidak melibatkan masyarakat, bahkan pada poin kegiatan administrasi sekalipun,” kata Wahyu usai rapat bersama Komisi I DPR, Senin (26/5/2025).
Robot Bomb dan Zeni TNI AD Akan Diandalkan
TNI AD akan memaksimalkan penggunaan satuan dan sumber daya internal mereka dalam setiap kegiatan pemusnahan amunisi.
Hal ini sesuai dengan instruksi dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Semua kegiatan, mulai dari logistik, pengamanan, hingga penghancuran, akan dilakukan oleh satuan TNI AD, termasuk Zeni Tempur, Polisi Militer, petugas medis, hingga satuan perbekalan dan angkutan.
“Penyiapan logistik untuk personel kami yang bermalam di lapangan dalam pelaksanaan kegiatan penghancuran itu dilaksanakan oleh satuan perbekalan dan angkutan. Tidak perlu melibatkan masyarakat. Ada juga pelibatan satuan zeni nantinya dalam kegiatan penghancuran itu,” imbuh Wahyu.
Gunakan Teknologi dan Peralatan Modern
Dalam pelaksanaan penghancuran amunisi, TNI AD akan mengandalkan teknologi seperti robot bomb, blanket bomb, EOD (Explosive Ordnance Disposal).
Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko bagi personel TNI AD, termasuk dalam hal penggalian lubang yang ke depan akan memakai alat berat, serta pemindahan amunisi yang akan dilakukan menggunakan peralatan otomatis.
“Kepala Staf Angkatan Darat juga sudah menyampaikan bahwa kami akan meminimalisir betul penggunaan personel dalam kegiatan-kegiatan risiko,” ujar Wahyu.
Pengamanan Diperketat, Tak Ada Celah untuk Risiko Ulang
Pengamanan lokasi penghancuran juga akan ditingkatkan dengan melibatkan satuan kewilayahan dan elemen pendukung lainnya.
Evaluasi ini bersifat menyeluruh dan bertujuan untuk menghindari insiden ledakan serupa di masa mendatang.
Langkah-langkah ini menjadi bukti komitmen TNI AD dalam melindungi keselamatan masyarakat serta menjaga prosedur standar militer yang lebih ketat dan modern. (dam)
Editor : Damianus Bram