Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kasus Bullying PPDS Anestesi Undip, Aulia Risma Lestari Ternyata Setor Uang Rp864 Juta Selama Pendidikan, Ulah Zara Yupita Azra?

Laila Zakiya • Selasa, 27 Mei 2025 | 20:38 WIB

 

Isi HP dokter muda Aulia Risma Lestari dibongkar sang adik.
Isi HP dokter muda Aulia Risma Lestari dibongkar sang adik.

SOLOBALAPAN.COM - Tragedi meninggalnya Aulia Risma Lestari, residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro (Undip), terus menggema dan memicu gelombang empati serta kemarahan publik.

Perempuan muda itu ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya pada 15 Agustus 2024.

Namun di balik kematiannya, terkuak rangkaian dugaan perundungan, tekanan psikologis, hingga praktik pemerasan sistemik yang dialaminya selama menjalani pendidikan.

Dalam sidang perdana yang digelar Senin, 26 Mei 2025 di Pengadilan Negeri Semarang, terungkap bahwa Aulia semasa hidupnya menyetorkan uang mencapai Rp864 juta.

Dana itu, menurut Jaksa Penuntut Umum, digunakan untuk membiayai konsumsi, kebutuhan pribadi, dan logistik akademik para senior, termasuk diduga jasa joki tugas.

Tiga terdakwa dalam kasus ini adalah dr. Taufik Eko Nugroho (Kepala Prodi Anestesiologi), dr. Sri Maryani (Kepala Staf Medis), dan dr. Zara Yupita Azra, senior Aulia di PPDS Anestesi Undip.

Mereka didakwa melakukan pemerasan berjamaah lewat pungutan liar yang dibungkus sebagai Biaya Operasional Pendidikan (BOP), meski tak memiliki dasar hukum resmi dari universitas.

Jaksa menyebut total dana pungutan dari para residen sejak 2018 hingga 2023 mencapai Rp2,49 miliar.

Dana tersebut diduga disimpan di rekening pribadi, dengan rincian aliran uang ke Sri Maryani senilai Rp24 juta dan ke Taufik sebesar Rp177 juta.

Lebih dari sekadar pungli, praktik senioritas ekstrem yang dikenal sebagai "Pasal Anestesi" juga dipaparkan dalam persidangan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tempelan! Ini Cara Kerja Acne Patch yang Bikin Jerawat Kalah, Benar-benar Si Kecil Penyelamat!

Sistem ini menempatkan senior sebagai figur absolut yang tidak boleh dibantah, lengkap dengan struktur kasta yang membagi residen ke dalam tingkatan seperti “kambing”, “middle senior”, hingga “dewan suro”.

Zara Yupita Azra, sebagai salah satu senior, dituding aktif memanfaatkan sistem ini untuk menekan Aulia secara psikologis.

Ia diduga memaksa juniornya itu melayani kebutuhan pribadi, menjadi joki tugas, hingga berdiri selama satu jam sambil dipermalukan di grup WhatsApp.

Kematian Aulia menyisakan luka mendalam bagi keluarga. Ayahnya bahkan meninggal dunia karena syok berat setelah mendengar kabar tragis tersebut.

Adik Aulia juga menyampaikan kemarahan mendalam terhadap Zara Yupita.

Dalam unggahan di akun Instagram @ppdsgram, ia menyebut memiliki banyak bukti chat perundungan dari Zara, namun memilih menyimpannya demi proses hukum.

"Kalau saya ini orang jahat, sudah saya viralkan si ZYA ini sejak awal semua bukti chatnya, apalagi dia sudah hancurkan impian kakak saya dan hancurkan keluarga saya," tulisnya. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #Zara Yupita Azra #Aulia Risma Lestari #PPDS Anestesi Undip