SOLOBALAPAN.COM – Sebuah video pendek yang menampilkan dugaan pemasangan eskalator di kawasan Candi Borobudur viral di media sosial dan menuai pro-kontra dari netizen.
Dalam video yang diunggah akun X (Twitter) @MurtadhaOne1, tampak dua rekaman memperlihatkan struktur kerangka besi yang menyerupai tangga atau jalur akses baru.
Akun tersebut menyebut bahwa ekskalator tersebut dipasang untuk mempermudah Presiden Prabowo Subianto naik ke atas candi.
"PARAH! Candi Borobudur Akan Dipasang Ekskalator Agar Prabowo Bisa Naik ke Atas. Gak cukup sejarah yang direvisi, bangunan sejarah sehebat Candi Borobudur pun juga direnovasi menuruti kemauan rezim," tulis akun itu.
Unggahan ini langsung memantik debat panas di media sosial. Sebagian warganet mengkritik keras dugaan proyek tersebut karena dikhawatirkan merusak kesakralan dan struktur candi warisan dunia itu.
Namun, ada pula yang membela langkah tersebut karena dinilai bisa membantu wisatawan lanjut usia dan pengunjung berkebutuhan khusus.
"Jangan ber-prasangka buruk dulu... Pengunjungnya bukan saja orang muda, banyak juga yang sudah tua. Mereka juga ingin naik sampai ke puncak," ujar akun @kusnida_iman.
"Selama untuk kebaikan, tak akan merubah kesakralan bangunan. Seperti situs sejarah luar negeri yang juga pernah diperbarui," tulis akun @widodo_oi.
Di sisi lain, banyak pula netizen yang menyayangkan jika pembangunan tersebut benar dilakukan hanya untuk melayani satu individu.
"Kan banyak pengawal, kenapa gak digotong seperti Jenderal Sudirman aja? Dimakluminlah, tapi jangan merusak benda sejarah," kritik akun @ozhanfau.
"Saat ke sana dulu, pengunjung yang menyentuh saja ditegur. Sekarang malah mau pasang eskalator? Apa gak merusak?" tanya @bilalshinoda.
"Ayolah pak @prabowo. Katanya mau efisiensi? Kok bikin beginian, bukannya ini boros sekali dan 'mencemari' situs kebanggaan Indonesia yang pernah digadang gadang sebagai salah satu keajaiban dunia? Bikin beginian di Candi Borobudur udah sama aja kayak bikin travelator di Angkor," tulis @BforBAM.
Meski begitu, sebagian warganet tetap melihat sisi positif dari wacana ini jika dilakukan secara hati-hati dan berorientasi pada pariwisata inklusif.
"Sebenernya gak masalah nambah fasilitas kayak eskalator. Di negara lain, kayak di China, ada lift sampai puncak gunung. Itu bisa jadi daya tarik dan bantu pariwisata juga," cuit akun @kebohejoreborn.
Di tengah memanasnya perdebatan, juga beredar informasi bahwa akses menuju zona I kawasan Candi Borobudur ditutup sementara hingga Kamis, 29 Mei 2025.
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi baik dari Balai Konservasi Borobudur atau pihak terkait mengenai proyek yang sedang berlangsung tersebut. (dam)
Editor : Damianus Bram