Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kenapa Ayam Goreng Widuran Solo Non Halal? Ini Fakta di Balik Kuliner Legendaris Sejak 1973 yang Terkenal Sampai Bali

Didi Agung Eko Purnomo • Senin, 26 Mei 2025 | 01:10 WIB
Penampakan Ayam Goreng Widuran Solo yang viral.
Penampakan Ayam Goreng Widuran Solo yang viral.

SOLOBALAPAN.COM - Ayam Goreng Widuran, salah satu kuliner legendaris asal Surakarta, Jawa Tengah, tengah menjadi sorotan publik.

Berdiri sejak tahun 1973, warung makan ini dikenal luas berkat ayam kampungnya yang gurih serta kremesan khas yang renyah.

Namun baru-baru ini, reputasi yang telah dibangun selama puluhan tahun itu terguncang akibat isu kehalalan produknya.

Berikut ini lima fakta penting seputar Ayam Goreng Widuran yang perlu kamu ketahui:

1. Berdiri Sejak Tahun 1973

Ayam Goreng Widuran telah menemani pecinta kuliner selama lebih dari 50 tahun.

Usaha ini dirintis oleh Indra, pemilik yang dikenal mempertahankan kualitas ayam kampung segar tanpa bahan pengawet.

Resep keluarga dan teknik pengolahan tradisional menjadi rahasia di balik kelezatannya yang terus memikat lintas generasi.

Baca Juga: Apa Akun Instagram Ayam Goreng Widuran Solo yang Baru-baru Ini Viral karena Ternyata Non Halal? Pelanggan Ngaku Tertipu padahal Langganan!

2. Kremesan Renyah Jadi Identitas

Salah satu elemen pembeda dari Ayam Goreng Widuran adalah kremesannya.

Dibuat dari adonan tepung berbumbu khusus, kremesan ini menghadirkan sensasi renyah yang menyatu sempurna dengan ayam yang empuk dan berbumbu.

Harga seporsinya pun cukup bersaing, mulai dari Rp 33.000 per potong hingga Rp 130.000 untuk satu ekor utuh.

3. Melebarkan Sayap hingga ke Bali

Tak hanya eksis di Solo, Ayam Goreng Widuran telah membuka cabang di sejumlah lokasi strategis, termasuk Ruko Sudirman Square dan bahkan hingga ke Denpasar, Bali.

Ekspansi ini menunjukkan tingginya animo masyarakat terhadap kuliner khas ini, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu ikon kuliner Jawa Tengah.

4. Tersandung Isu Non-Halal karena Gunakan Minyak Babi

Isu kehalalan menjadi pusat kontroversi terbaru dari Ayam Goreng Widuran.

Beredar luas di media sosial bahwa kremesan dari ayam goreng ini digoreng menggunakan minyak babi, menjadikannya tidak halal untuk dikonsumsi umat Muslim.

Fakta ini membuat banyak pelanggan terkejut dan merasa dikhianati karena tidak adanya keterangan jelas mengenai penggunaan bahan tersebut sebelumnya.

Kritik pun bermunculan, terutama menyangkut minimnya transparansi informasi produk kepada publik. Banyak pihak meminta kejelasan dan tanggung jawab dari pihak manajemen.

5. Manajemen Minta Maaf dan Janji Akan Lebih Terbuka

Menanggapi polemik ini, manajemen Ayam Goreng Widuran akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun Instagram resminya @ayamgorengwiduransolo.

Mereka mengakui kegaduhan yang terjadi dan menyatakan komitmen untuk melakukan pembenahan.

Baca Juga: Viral Gara-gara Ayamnya Diaku Halal tapi Kremesannya Non Halal, Siapa Pemilik Ayam Goreng Widuran Solo?

“Kami memahami bahwa hal ini menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.

Kami berharap masyarakat dapat memberi kami ruang untuk memperbaiki dan membenahi semuanya dengan itikad baik,” tulis pernyataan tersebut pada 24 Mei 2025.

Mereka juga berjanji untuk mencantumkan label “non-halal” secara jelas di seluruh outlet maupun media sosial guna mencegah kesalahpahaman serupa di masa depan.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi pelaku industri makanan, bahwa kejujuran dan keterbukaan informasi bukan hanya etika, tetapi juga kebutuhan dalam membangun kepercayaan pelanggan.

Di tengah masyarakat yang semakin sadar akan aspek halal dan kualitas bahan makanan, setiap pelaku usaha wajib menyampaikan informasi produk dengan sejelas mungkin, terutama jika menyangkut keyakinan konsumen.

Kini, publik menanti tindak lanjut nyata dari Ayam Goreng Widuran. Apakah mereka mampu bangkit kembali dengan integritas yang lebih kuat? (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#non halal #kuliner legendaris #fakta #Ayam Goreng Widuran #bali #solo