SOLOBALAPAN.COM - Kasus dugaan pelecehan seksual kembali mencuat di lingkungan pendidikan, kali ini melibatkan seorang guru di salah satu sekolah negeri di Kota Depok, Jawa Barat.
Terduga pelaku yang merupakan tenaga pendidik di SMP Negeri 3 Depok diduga telah melakukan pelecehan terhadap sejumlah siswi selama bertahun-tahun.
Informasi mengenai kasus ini pertama kali mencuat di media sosial pada Jumat (23/5/2025), melalui unggahan akun X (sebelumnya Twitter) yang menyebut bahwa pelaku diduga melakukan pelecehan terhadap belasan siswi sejak tahun 2014.
"Irawadi, guru di SMPN 3 Depok, Jawa Barat melecehkan belasan siswinya. Pelaku sampai meremas area sensitif para korbannya.
Tetapi kasus ini dinilai ditutup-tutupi oleh Kepala Sekolahnya. Waduh, ngawur banget ini, enaknya digeprek aja ndasnya," tulis @tukangbedah00.
Aksi tersebut bahkan disebut dilakukan secara berulang, termasuk tindakan fisik terhadap korban.
Unggahan itu juga memunculkan dugaan bahwa pihak sekolah mengetahui peristiwa tersebut, namun tidak mengambil langkah tegas.
Dalam narasi yang beredar, kepala sekolah disebut-sebut ikut menutup-nutupi kejadian tersebut, meski informasi tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Salah satu pengguna X juga menyampaikan bahwa akun media sosial milik terduga pelaku sempat menjadi sorotan warganet.
Namun, akun Instagram tersebut kini sudah tidak dapat ditemukan.
Viral-nya unggahan ini membuat kasus ini semakin ramai diperbincangkan dan memicu gelombang kecaman dari masyarakat.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah korban yang sebelumnya dilaporkan sebanyak tujuh orang kini telah bertambah menjadi 13 siswi.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun dinas pendidikan setempat terkait tindak lanjut kasus ini.
Pemerhati pendidikan dan perlindungan anak mendesak agar aparat penegak hukum segera turun tangan untuk menyelidiki kebenaran kasus ini.
Baca Juga: Viral Isu Raffi Ahmad Dapat Proyek 300 Titik Dapur MBG, Kepala BGN: Tidak Benar!
Selain itu, diperlukan adanya pendampingan psikologis terhadap para korban serta evaluasi sistem pengawasan internal di lingkungan sekolah agar kasus serupa tidak terulang.
Hingga berita ini ditayangkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak SMPN 3 Depok serta Dinas Pendidikan Kota Depok untuk memperoleh informasi lebih lanjut. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo