SOLOBALAPAN.COM – Penangkapan diduga Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), Iwan Kurniawan Lukminto, oleh tim Kejaksaan Agung (Kejagung) di Solo menambah babak baru dalam kisah kejatuhan salah satu perusahaan tekstil raksasa Indonesia.
Di balik sorotan terhadap sosok diduga Iwan, publik kini juga mulai menaruh perhatian pada sang istri, Mira Christina Setiady, yang ternyata punya posisi penting di tubuh Sritex.
Iwan Lukminto, atau akrab disapa Wawan, ditangkap pada malam hari di Solo oleh tim Kejagung, Rabu (21/5).
Penangkapan ini diduga terkait kasus korupsi pemberian fasilitas kredit oleh bank milik negara kepada Sritex.
“Betul (ditangkap),” ujar Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah, saat dikonfirmasi.
Meski telah membenarkan penangkapan, pihak Kejagung belum mengumumkan detail status hukum Iwan, maupun kronologi lengkap kasusnya.
Namun, menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Harli Siregar, kasus ini tetap masuk dalam ranah tindak pidana korupsi.
“(Dugaan korupsi) pemberian kredit bank,” kata Harli, Kamis (1/5).
Meskipun Sritex adalah perusahaan swasta, fasilitas kredit yang diberikan oleh bank milik negara (BUMN) menjadikan kasus ini bisa dikategorikan sebagai bagian dari penyalahgunaan keuangan negara.
NB: Hingga artikel ini ditayangkan belum ada konfirmasi resmi mengenai penangkapan Iwan Lukminto, apakah Iwan Kurniawan Lukminto atau Iwan Setiawan Lukminto
Sosok Mira Christina Setiady, Istri Iwan Lukminto
Di tengah sorotan terhadap Iwan, muncul pertanyaan publik tentang keberadaan istrinya, Mira Christina Setiady.
Perempuan kelahiran Semarang, 20 Desember 1982 ini ternyata bukan sekadar istri dari seorang direktur utama, melainkan pejabat penting di jajaran manajemen Sritex.
Nama Mira tercatat sebagai Direktur Operasional, bertanggung jawab atas administrasi, sumber daya manusia, dan pengawasan proses bisnis internal.
Ia merupakan lulusan KvB Institute of Technology, North Sydney, Australia, dengan gelar Bachelor of Arts di bidang Komunikasi Visual.
Karier Mira di Sritex dimulai sejak 2010 sebagai Financial Controller.
Berkat dedikasinya, ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Umum & Administrasi sejak tahun 2019.
Namun, dengan jatuhnya Sritex ke jurang pailit dan dihentikannya seluruh operasional per 1 Maret 2025, masa depan Mira di dunia tekstil kini menjadi tanda tanya. (lz)
Editor : Laila Zakiya