Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kini Disebut-sebut Ditangkap Kejagung di Solo, Iwan Lukminto Bos Sritex Ternyata Pernah Masuk Daftar Orang Terkaya, Ironi!

Laila Zakiya • Rabu, 21 Mei 2025 | 20:15 WIB

 

Iwan Lukminto di hari terakhir operasional PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).
Iwan Lukminto di hari terakhir operasional PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).

SOLOBALAPAN.COM – Nama Iwan Kurniawan Lukminto kembali menjadi perbincangan publik.

Setelah sebelumnya perusahaannya dinyatakan pailit dan menutup operasional, kini Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) itu disebut-sebut ditangkap oleh tim Kejaksaan Agung (Kejagung) di Solo.

Penangkapan ini diduga berkaitan dengan kasus korupsi dalam pemberian fasilitas kredit dari bank milik negara kepada perusahaan tekstil tersebut.

"Betul (ditangkap)," ujar Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah, saat dikonfirmasi, Rabu (21/5).

Ia menambahkan bahwa penangkapan dilakukan di Solo pada malam sebelumnya, namun belum menjelaskan lebih lanjut soal kronologi atau status hukum dari Iwan Lukminto.

Hingga kini, Kejagung belum merinci lebih lanjut perkara yang melatarbelakangi penangkapan.

Namun, penyidik memang sedang mendalami dugaan korupsi pemberian kredit perbankan kepada PT Sritex.

“(Dugaan korupsi) pemberian kredit bank,” kata Harli Siregar, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Kamis (1/5).

Meskipun Sritex adalah perusahaan swasta, kasus ini masuk ranah korupsi karena kredit diberikan oleh bank milik negara (BUMN).

Hal itu mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Baca Juga: Arya Sinulingga Angkat Bicara Soal Elkan Baggott yang Absen dari Skuad Timnas Indonesia Pilihan Patrick Kluivert

Sebelumnya, Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan PT Sritex, sehingga keputusan Pengadilan Niaga Semarang yang menyatakan perusahaan itu pailit pun berkekuatan hukum tetap.

Penutupan operasional resmi berlaku mulai 1 Maret 2025 dan berdampak pada PHK massal lebih dari 10.000 karyawan.

Siapa Iwan Lukminto?

Lahir di Surakarta, 22 Januari 1983, Iwan adalah anak keempat dari H.M. Lukminto, pendiri Sritex.

Ia menempuh pendidikan tinggi di beberapa kampus ternama dunia seperti Johnson & Wales University, Northeastern University, dan Boston University.

Kariernya di Sritex dimulai dari bawah sebagai Direktur Divisi Garmen hingga akhirnya naik menjadi Direktur Utama pada 2023.

Namun, di bawah kepemimpinannya, Sritex mengalami krisis keuangan parah dengan total utang mencapai Rp26,02 triliun.

“Sebagai warga negara, meski keputusan ini tidak sesuai dengan hati kami, kami tetap menghormati hukum dan putusan pengadilan,” kata Iwan dalam pernyataannya usai rapat kreditur.

Ia juga menegaskan akan kooperatif terhadap tim kurator demi pemenuhan hak-hak karyawan yang terdampak.

“Kami akan terus berusaha agar seluruh buruh mendapatkan hak mereka,” tegasnya.

Pernah Masuk Daftar Orang Terkaya

Sebelum kejatuhannya, Iwan Lukminto sempat masuk dalam daftar orang terkaya Indonesia.

Di masa kejayaan Sritex, perusahaan ini menjadi pemasok tekstil terbesar di Asia Tenggara dan dikenal sebagai penyedia seragam militer untuk puluhan negara.

“Saya menghitung sejak Sritex lahir pada 16 Agustus 1966 hingga hari ini, 28 Februari 2025, itu 21.382 hari. Kami berduka, namun tetap harus bangkit,” ucapnya haru.

Kini, dari puncak kejayaan hingga ke ruang tahanan, nasib Iwan Lukminto berubah drastis.

Semua mata tertuju pada kelanjutan proses hukum dan bagaimana akhir kisah perusahaan yang pernah menjadi kebanggaan industri tekstil nasional. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#Iwan Kurniawan Lukminto