Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

3 Profesi Terhormat Suami Najwa Shihab, Ibrahim Sjarief Assegaf yang Baru Saja Wafat, Jarang Tampil Namun Disegani

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 21 Mei 2025 | 04:34 WIB
Ibrahim Sjarief suami Najwa Shihab.
Ibrahim Sjarief suami Najwa Shihab.

SOLOBALAPAN.COM - Kabar duka datang dari keluarga jurnalis senior Najwa Shihab.

Sang suami, Ibrahim Sjarief Assegaf, berpulang pada Selasa, 20 Mei 2025, setelah mengalami stroke yang cukup parah.

Pria yang dikenal akrab dengan sapaan Baim ini meninggal dunia pada usia 48 tahun di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Jakarta, sekitar pukul 14.29 WIB.

Kabar wafatnya Ibrahim disampaikan oleh pihak keluarga melalui pesan yang beredar di kalangan kerabat.

"Innalillahi wainnailaihi roji’un. Telah berpulang ke rahmatullah Ibrahim Sjarief bin Husein Ibrahim Assegaf.

Mohon dimaafkan segala kesalahan semasa hidupnya dan semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah yang Maha Pengasih dan Pemberi Kasih. Aamiin ya Rabbal ‘alamin," demikian isi pesan tersebut.

Meski tidak sering tampil di publik, sosok suami Najwa Shihab ini sebenarnya memiliki rekam jejak yang sangat mentereng dalam dunia hukum dan pendidikan.

Berikut tiga profesi utama yang dijalani almarhum semasa hidupnya:

1. Pengacara Ternama di Firma Bergengsi

Ibrahim Sjarief merupakan pengacara dengan spesialisasi di bidang perbankan dan keuangan, restrukturisasi perusahaan, serta merger dan akuisisi (Corporate M&A).

Ia bergabung dengan firma hukum bergengsi Assegaf Hamzah & Partners.

Karier hukumnya didukung oleh latar belakang pendidikan yang kuat.

Ibrahim adalah lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (1991–1997), dan melanjutkan gelar masternya di University of Melbourne (2008–2009).

Ia juga pernah menjadi peneliti tamu di Harvard Law School dalam Program Studi Hukum Asia Timur pada 2003–2004.

Pengalaman awalnya dimulai dari posisi Associate di Hadiputranto, Hadinoto & Partners, sebelum ia menjabat sebagai Executive Director di Pusat Studi Hukum & Kebijakan (PSHK).

Selanjutnya, ia menjadi Managing Director selama delapan tahun dan menjabat sebagai Direktur di platform hukum digital, PT Justika Siar Publik (Justika).

Penghargaan profesional yang diterimanya mencakup Leader in His Field by Chambers Asia Pacific untuk bidang Banking & Finance sejak 2016 dan IFLR 1000 Leading Lawyer di kategori Financial & Corporate, Banking, dan M&A.

2. Pendidik di Bidang Hukum

Selain sebagai praktisi hukum, Ibrahim juga aktif sebagai akademisi.

Ia menjadi dosen di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, sebuah institusi pendidikan hukum progresif yang banyak mencetak pegiat reformasi hukum.

Perannya sebagai pendidik menunjukkan komitmennya untuk membagikan ilmu dan pengalaman kepada generasi muda di bidang hukum, sejalan dengan visinya terhadap reformasi sistem hukum nasional.

3. Pakar Hukum dan Pendiri PSHK

Ibrahim juga dikenal sebagai salah satu pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK), sebuah lembaga think-tank yang fokus pada riset hukum, advokasi kebijakan, serta reformasi legislasi.

Dalam kapasitas ini, ia bukan hanya menjadi praktisi, tetapi juga pemikir dan pembaharu hukum tata negara di Indonesia.

PSHK telah banyak berperan dalam memengaruhi arah kebijakan hukum dan keadilan di Indonesia, menjadikan nama Ibrahim diperhitungkan sebagai pakar di bidangnya.

Di luar kiprah profesionalnya, Ibrahim Sjarief adalah suami setia dan ayah dari dua anak.

Ia menikah dengan Najwa Shihab pada 1997 setelah menjalin hubungan sejak masa kuliah di Universitas Indonesia. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua anak.

Putra pertama mereka, Izzat Assegaf, kini telah tumbuh dewasa, sementara anak kedua mereka wafat saat masih bayi.

Kehilangan Ibrahim adalah duka mendalam bagi Najwa dan keluarga, sekaligus kehilangan besar bagi dunia hukum dan pendidikan di Indonesia.

Keteladanan dan kontribusinya akan dikenang dalam sejarah pembaruan hukum di Tanah Air. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#profesi #wafat #Ibrahim Sjarief Assegaf #suami najwa shihab