SOLOBALAPAN.COM - Dunia hukum dan media Indonesia tengah berduka.
Pada Selasa, 20 Mei 2025 pukul 14.29 WIB, Ibrahim Sjarief Assegaf, suami dari jurnalis ternama Najwa Shihab, mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Jakarta Timur.
Pria berusia 48 tahun itu meninggal akibat komplikasi stroke yang menyebabkan pendarahan pada organ otak.
Kabar kepergian Ibrahim tak hanya mengguncang dunia profesional tempatnya berkarya, tetapi juga menyentuh masyarakat luas yang mengenal keteduhan dan integritas keluarganya.
Sosoknya mungkin jarang tampil di publik, namun kiprahnya di balik layar begitu besar.
Pernikahan Penuh Cinta dan Harmoni
Ibrahim Sjarief Assegaf menikah dengan Najwa Shihab pada 11 Oktober 1997 di Solo, Jawa Tengah.
Selama 26 tahun membina rumah tangga, keduanya dikenal sebagai pasangan yang harmonis, saling mendukung dalam karier maupun kehidupan pribadi.
Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai dua anak: Izzat Assegaf dan Namiyah Assegaf.
Izzat Assegaf, putra sulung mereka, lahir pada 9 Februari 2001. Kini berusia 24 tahun, Izzat dikenal sebagai pribadi cerdas dan progresif.
Ia menempuh pendidikan tinggi di Essex University, Inggris, dengan fokus pada isu-isu lingkungan.
Meski tak banyak terekspos media, Izzat cukup aktif di media sosial, kerap membagikan momen kebersamaan keluarga dan aktivitas positif lainnya.
Anak kedua mereka, Namiyah Assegaf, lahir pada 15 Desember 2011. Namun, takdir berkata lain.
Namiyah berpulang hanya empat jam setelah dilahirkan.
Kehilangan ini menjadi luka mendalam yang dikenang Najwa Shihab sebagai salah satu titik terberat dalam hidupnya.
Karier Gemilang dan Reputasi Internasional
Ibrahim lahir pada tahun 1977 di Surakarta, Jawa Tengah.
Ia merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dan melanjutkan studi S2 di University of Melbourne, Australia, pada tahun 2009 melalui beasiswa Australian Development Scholarship.
Di dunia hukum, Ibrahim adalah figur terkemuka.
Ia bergabung dengan firma hukum prestisius Assegaf Hamzah & Partners dan dikenal sebagai spesialis di bidang Perbankan & Keuangan, Restrukturisasi & Kepailitan, serta Merger & Akuisisi.
Reputasinya diakui secara internasional. Tahun 2016, ia dinobatkan sebagai IFLR 1000 Leading Lawyer dalam sektor Financial & Corporate, Banking, dan M&A.
Ia juga tercatat sebagai Leader in His Field oleh Chambers Asia Pacific dalam kategori Banking & Finance—pengakuan yang mencerminkan kapabilitas, integritas, dan pengaruhnya dalam dunia hukum.
Di luar firma hukum, Ibrahim juga menjabat sebagai Direktur PT Justika Siar Public, perusahaan di balik portal hukum daring Hukum Online.
Ia juga menjadi Komisaris Utama di Narasi, media digital yang didirikan sang istri, Najwa Shihab.
Perpisahan yang Menggetarkan
Jenazah Ibrahim saat ini disemayamkan di rumah duka Jalan Jeruk Purut No. 8–9, Cilandak Timur, Jakarta Selatan.
Menurut rencana, prosesi pemakaman akan dilaksanakan pada Rabu, 21 Mei 2025 pukul 10.00 WIB di TPU Jeruk Purut.
Doa dan duka mendalam mengalir dari rekan, kolega, dan masyarakat luas yang mengenangnya sebagai pribadi penuh wibawa dan kerendahan hati.
Keluarga memohon doa dan keikhlasan semua pihak:
“Mohon dimaafkan segala kesalahan semasa hidupnya. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.”
Kepergian Ibrahim Sjarief Assegaf meninggalkan kekosongan di hati keluarga, tetapi juga meninggalkan warisan teladan: tentang kesetiaan, integritas, dan ketulusan dalam bekerja maupun mencintai.
Sosoknya mungkin telah tiada, namun nilai-nilai hidupnya akan terus hidup dalam kenangan banyak orang. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo