SOLOBALAPAN.COM - Kabar duka menyelimuti dunia jurnalisme dan hukum Indonesia.
Ibrahim Sjarief Assegaf, suami dari jurnalis ternama Najwa Shihab, wafat pada Selasa, 20 Mei 2025 pukul 14.29 WIB di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Jakarta.
Kepergian pria berusia 48 tahun ini disebabkan oleh komplikasi stroke yang mengakibatkan pendarahan di otak.
Meski jarang tampil di hadapan publik, sosok Ibrahim kerap menarik perhatian karena kedekatannya dengan Najwa Shihab, figur publik yang sangat dikenal masyarakat.
Kehidupan rumah tangga keduanya, yang telah dibina sejak menikah di Solo pada tahun 1997, dikenal harmonis dan jauh dari sorotan negatif selama lebih dari dua dekade.
Ibrahim Sjarief Lulusan Mana?
Lahir pada tahun 1977 dan berasal dari Solo, Ibrahim dikenal sebagai sosok yang berwibawa dan berdedikasi tinggi di bidang hukum.
Ibrahim merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan melanjutkan studi magisternya (LL.M) di University of Melbourne, Australia.
Spesialisasinya mencakup sektor Perbankan dan Keuangan, Merger dan Akuisisi (M&A) Korporasi, hingga Restrukturisasi dan Kepailitan.
Ia merupakan salah satu nama yang disegani di kalangan profesional hukum Indonesia.
Tak hanya itu, Ibrahim juga menjabat sebagai Direktur di PT Justika Siar Public, perusahaan yang berada di balik portal hukum populer, Hukum Online.
Selain perannya di dunia profesional, ia juga merupakan bagian dari firma hukum terkemuka Assegaf Hamzah & Partners.
Karier cemerlangnya tercermin dari berbagai penghargaan yang diraihnya.
Pada tahun 2016, ia dinobatkan sebagai Leading Lawyer oleh Asialaw Leading Lawyers.
Chambers Asia Pacific mengakui dirinya sebagai Leader in his Field dalam kategori Banking & Finance.
Tak ketinggalan, IFLR 1000 pun mengakui reputasinya sebagai Leading Lawyer di sektor Financial & Corporate, Banking, serta M&A.
Seluruh pencapaian tersebut selaras dengan latar belakang akademisnya.
Sosok Aktif dan Rendah Hati
Di luar ruang sidang dan dunia korporasi, Ibrahim dikenal sebagai pribadi yang aktif dan mencintai gaya hidup sehat.
Dari pantauan media sosial, ia kerap membagikan kegiatannya bersepeda mengelilingi Jakarta.
Kegemarannya berolahraga mencerminkan keseimbangan antara kesibukan profesional dan kepedulian terhadap kesehatan pribadi.
Kepergian Ibrahim meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga bagi banyak kolega yang mengenalnya sebagai pribadi rendah hati, penuh integritas, dan berdedikasi tinggi terhadap profesi dan keluarganya.
Baca Juga: Kisah Cinta Najwa Shihab dan Ibrahim Assegaf: Bertemu di Kampus, Menikah Setelah 6 Bulan Pacaran
Ia bukan hanya pendamping hidup seorang jurnalis ternama, tetapi juga sosok teladan yang berkontribusi besar dalam penguatan hukum di Indonesia.
Dalam momen duka ini, keluarga besar almarhum memohon doa dan keikhlasan dari seluruh pihak.
"Mohon dimaafkan segala kesalahan semasa hidupnya dan semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah yang Maha Pengasih dan Pemberi Kasih. Aamiin ya Rabbal alamin.”
Kepergian Ibrahim Sjarief Assegaf menjadi pengingat bahwa di balik figur-figur besar yang kita kenal, ada sosok-sosok penting yang turut memberi pengaruh besar namun memilih untuk tetap berada di balik layar.
Warisan pemikiran, dedikasi, dan nilai-nilai yang ditinggalkannya akan terus hidup dalam jejak profesional dan kenangan para sahabat. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo