SOLOBALAPAN.COM - Nama Bima Yudho Saputro, influencer asal Lampung, kembali jadi pembicaraan publik.
Kali ini, bukan karena kritik tajamnya terhadap kondisi sosial atau infrastruktur, melainkan pengakuan terbukanya sebagai seorang pecinta sesama jenis.
Semua bermula saat Bima mengunggah video di Instagram yang memperlihatkan dirinya di sebuah club malam.
Seorang netizen bertanya kenapa semua pengunjung terlihat laki-laki.
Tanpa ragu, Bima menjawab bahwa itu memang club gay. Komentar itu kemudian viral dan menyebar ke berbagai platform media sosial.
Tak lama kemudian, Bima membuat video pengakuan di akun pribadinya.
Dengan lantang ia menyatakan, “So, I'm gay. Ini terjadi karena kontroversi video.”
Ia pun menegaskan bahwa alasan ia enggan membuat klarifikasi adalah karena hal itu merupakan bagian dari kehidupan pribadinya.
“The reason why gw ga mau bikin video untuk mengklarifikasi,” katanya, sebelum kembali menegaskan identitasnya: “So, I'm gay.”*
Tak hanya menyuarakan identitasnya, Bima juga menyinggung soal hubungan dengan keluarganya.
Baca Juga: Persis Solo Wajib Menang! Susunan Pemain dan Fakta Menarik Jelang Duel Kontra Dewa United
Ia menyebut bahwa komunikasi dengan orang tua tetap berjalan baik meski tidak sepenuhnya mendapat dukungan.
“Aku komunikasi dengan mamah, ayah, dan keluarga, it's fine. Ini cuman perjalanan hidup aja bagi mereka. Walaupun mereka tidak mendukung karena muslim.”
Sikap Bima yang menanggapi komentar dengan tegas, bahkan kadang pedas, juga ikut menyulut kontroversi.
Ia menyebut orientasi seksualnya bukanlah urusan publik dan menegaskan bahwa tak ada netizen yang membiayai hidupnya.
Namun sebelum semua ini terjadi, Bima Yudho sempat dikenal sebagai sosok vokal yang membela rakyat kecil.
Namanya pertama kali mencuat secara nasional pada April 2023.
Saat itu, Bima mengunggah video kritik terhadap jalan-jalan rusak di Provinsi Lampung yang kemudian viral dan bahkan sampai ke telinga Presiden Joko Widodo.
Aksinya menuai banyak dukungan karena keberaniannya menyuarakan keresahan masyarakat secara terbuka.
Kini, langkah terbarunya dalam menyuarakan identitas diri kembali menuai kontroversi. (lz)
Editor : Laila Zakiya