SOLOBALAPAN.COM – Istilah “gali lubang tutup lubang” kembali viral di media sosial, setelah dipakai langsung oleh eks personel Coboy Junior, Aldy Maldini, dalam video permintaan maafnya terkait kasus penipuan yang melibatkan para fans.
Aldy, yang belakangan ini jadi sorotan publik karena kasus dinner fiktif seharga Rp500 ribu per orang, mengaku bahwa masalah keuangannya berakar dari kebiasaan buruk yang ia sebut sebagai “gali lubang tutup lubang”.
“Mismanage finansial saya sejak lama yang berujung gali lubang tutup lubang yang semakin besar,” ujar Aldy dalam video di Instagram @aldymldni pada Kamis, 15 Mei 2025.
Lantas, apa sebenarnya makna dari peribahasa tersebut?
Peribahasa gali lubang tutup lubang merujuk pada kebiasaan seseorang yang meminjam uang baru untuk menutupi utang lama.
Alih-alih menyelesaikan masalah keuangan, tindakan ini justru memperbesar risiko finansial dan memperpanjang beban utang.
Secara garis besar, arti peribahasa ini mencakup tiga poin utama:
* Menutup satu masalah dengan menciptakan masalah baru: Meminjam dana untuk melunasi utang terdahulu hanya akan memindahkan masalah, bukan menyelesaikannya.
* Siklus utang yang sulit diputus: Kebiasaan ini seringkali membuat seseorang terus menerus berada dalam lingkaran utang tanpa akhir.
* Efek psikologis: Selain berdampak finansial, gaya hidup gali lubang tutup lubang juga bisa menimbulkan stres, kecemasan, dan tekanan mental.
Baca Juga: Kenapa Lagu Mangu Fourtwnty Viral Lagi? Ini Latar Belakang dan Makna Mendalamnya Ungkap Ari Lesmana
Pengakuan Aldy bahwa ia mengalami "mismanage finansial" dan memaksakan gaya hidup demi pelarian jadi bukti bahwa kebiasaan gali lubang tutup lubang bukan sekadar peribahasa klise.
Mantan anggota boyband CJR ini bahkan mengakui bahwa gaya hidup tersebut memperparah situasinya dan berdampak pada hubungan dengan fans.
Skandal bermula ketika salah satu fans yang dikenal sebagai Alovers mengaku sudah membayar Rp500 ribu untuk menghadiri acara dinner bersama Aldy.
Sayangnya, acara tak pernah terlaksana, dan permintaan refund tidak pernah ditanggapi.
Dari kasus ini, muncul dugaan bahwa dana dari satu acara justru digunakan untuk menutupi masalah keuangan lainnya—sebuah pola klasik dari praktik gali lubang tutup lubang.
Dalam permintaan maafnya, Aldy berjanji akan menyelesaikan seluruh tanggung jawabnya dan meminta waktu untuk mengurus refund serta menyelesaikan masalah lainnya satu per satu.
Kasus ini bukan hanya membuka mata soal dampak buruk dari gaya hidup konsumtif, tapi juga bagaimana peribahasa gali lubang tutup lubang tetap relevan dalam konteks modern, bahkan di kalangan selebritas. (lz)
Editor : Laila Zakiya