SOLOBALAPAN.COM - Ahli forensik digital, Rismon Hasiholan Sianipar, kembali mencuri perhatian publik melalui temuan terbaru yang melibatkan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam cuitan di akun X miliknya pada 13 Mei 2025, Rismon mengungkapkan temuan yang cukup mengejutkan mengenai tanda tangan seorang dosen UGM, Ir. Hasanu Simon, SU.
Rismon mengaku telah menemukan dua tanda tangan yang berbeda pada lembar pengesahan di dua skripsi yang hanya memiliki selisih waktu satu tahun.
Menurutnya, perbedaan tanda tangan tersebut hingga kini belum dapat dijelaskan oleh pihak UGM.
"BEDA TANDA TANGAN DI dua SKRIPSI BERBEDA dari seorang dosen pembimbing bernama Ir. HASANU SIMON, SU, sampai saat ini TIDAK BISA DIJELASKAN OLEH UGM!" tulis Rismon di akun X-nya.
Temuan ini semakin mempertegas langkah Rismon yang sedang gencar membandingkan lembar pengesahan dari berbagai skripsi, termasuk yang diduga milik Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Rismon sebelumnya telah membandingkan lembar pengesahan skripsi yang diduga milik Jokowi dengan beberapa universitas luar negeri, seperti MIT (Massachusetts Institute of Technology), serta beberapa universitas dalam negeri seperti Universitas Islam Indonesia (UII) dan STIKIP Catur Sakti Bantul.
Perbandingan tersebut bertujuan untuk mengungkapkan perbedaan tanda tangan, jenis mesin ketik, dan elemen lainnya yang dapat menjadi indikasi ketidaksesuaian atau kejanggalan dalam proses pengesahan skripsi.
Temuan-temuan ini semakin memperpanjang kontroversi terkait keaslian dan keabsahan dokumen yang ada.
Sampai saat ini, pihak UGM belum memberikan penjelasan resmi terkait temuan yang disebutkan oleh Rismon.
Apakah hal ini akan berujung pada penyelidikan lebih lanjut? Hanya waktu yang akan menjawab. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo