Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Pilu Curhatan Keluarga Korban Ledakan Amunisi Garut, Anak Bantah Bapaknya Pemulung Besi: Nggak Gitu!

Laila Zakiya • Rabu, 14 Mei 2025 | 16:11 WIB

 

Tangisan pilu anak korban ledakan amunisi di Garut.
Tangisan pilu anak korban ledakan amunisi di Garut.

SOLOBALAPAN.COM – Tangis pilu pecah dari anak salah satu korban tewas dalam tragedi ledakan amunisi di Garut, Jawa Barat.

Di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, anak korban menegaskan bahwa ayahnya bukanlah pemulung seperti yang ramai disebut di media sosial.

"Saya minta pertanggungjawaban karena bapak saya di situ bukan seperti orang-orang pikirin," ucapnya dengan suara terbata-bata dalam sebuah video yang diunggah akun X @BiLLRay2019 pada 13 Mei 2025.

"Bapak saya bukan mulung, bapak saya kerja sama tentara. Saya tahu dari zaman saya sekolah," lanjutnya, sembari menangis di hadapan sang gubernur.

Ledakan maut yang terjadi saat pemusnahan amunisi kedaluwarsa oleh TNI ini menewaskan 13 orang, termasuk 9 warga sipil.

Banyak dugaan bermunculan bahwa warga sipil datang ke lokasi untuk mengambil serpihan besi, namun pengakuan keluarga korban justru mengungkap fakta berbeda.

Dalam unggahan YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, sejumlah keluarga korban menuturkan bahwa mereka sudah lama bekerja membantu TNI, bahkan kerap dikirim ke luar kota untuk menangani bahan peledak.

"Bapak saya sudah ke mana-mana, Manado, Makassar, Bali, Jakarta, Mabes Polri saya tahu," kata sang anak, menegaskan bahwa profesi ayahnya sudah dikenal keluarga sejak lama sebagai bagian dari tim teknis penjinakan senjata.

Lebih dari sekadar meluruskan kabar, keluarga korban juga berharap nama baik almarhum dibersihkan dari tudingan miring.

"Katanya banyak orang yang bilang bapak saya ke situ nyelonong, ngelawan TNI. Nggak, nggak gitu," tegasnya lagi.

Salah satu saksi selamat dalam tragedi ini juga mengungkap bahwa pekerja seperti almarhum menerima upah sebesar Rp150 ribu per hari untuk tugas yang berisiko tinggi.

"Selama 10 tahun alhamdulillah, baru kali ini," ujar saksi, menambahkan bahwa insiden ini adalah kejadian luar biasa setelah bertahun-tahun bekerja menjinakkan amunisi.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan komitmennya untuk menanggung pendidikan anak-anak korban hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Ia juga menyerahkan santunan sebesar Rp50 juta kepada masing-masing keluarga korban.

"Seluruh anak-anak dari korban sampai perguruan tinggi saya yang urus," ujar Dedi dalam video yang dibagikan secara luas. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #Ledakan amunisi di Garut #dedi mulyadi