SOLOBALAPAN.COM - Sebuah video wisuda dari SMK CBM Purwokerto menjadi viral dan memicu perdebatan di media sosial.
Prosesi kelulusan siswa-siswi SMK tersebut disebut-sebut menyerupai seremoni wisuda tingkat perguruan tinggi, lengkap dengan atribut dan simbol yang biasa digunakan di dunia akademik sarjana.
Rekaman yang pertama kali ditayangkan secara langsung melalui akun TikTok resmi sekolah, @smkcbmofficial01, memperlihatkan para siswa mengenakan toga dan slempang, serta mengikuti prosesi pemindahan tali toga—sebuah simbol yang selama ini identik dengan kelulusan mahasiswa S1.
Tak hanya itu, dekorasi panggung yang dibuat megah, tata cahaya teatrikal, dan penampilan para guru yang mengenakan jubah layaknya dosen atau profesor semakin mempertegas kesan bahwa acara tersebut seakan merupakan wisuda perguruan tinggi, bukan pelepasan siswa SMK.
Fenomena ini pun segera menjadi perbincangan hangat.
Per Selasa (13/5/2025), pencarian terkait “Wisuda SMK CBM Purwokerto” mengalami lonjakan di berbagai platform digital.
Namun, tak semua warganet memberikan apresiasi. Banyak komentar bernada kritis dan mempertanyakan relevansi serta kelayakan dari konsep wisuda tersebut.
Sebagian menganggap acara itu terlalu berlebihan dan mengaburkan makna simbolik dari tradisi akademik.
“Etika akademik kenapa dipermainkan,” tulis salah satu pengguna media sosial.
Komentar lain menyoroti kemungkinan adanya biaya tinggi yang dibebankan kepada siswa. “Pasti iurannya gede banget,” celetuk seorang netizen dengan nada sinis.
Beberapa warganet bahkan meminta adanya tindakan tegas dari otoritas pendidikan. “Berharap ada teguran atau sanksi agar tidak terulang, baik untuk SMK CBM maupun sekolah lainnya,” tulis akun lain.
Profil SMK CBM Purwokerto
Didirikan pada 17 Februari 2010, SMK CBM Purwokerto merupakan sekolah kejuruan swasta yang telah mengantongi akreditasi A.
Sekolah ini memiliki jumlah siswa lebih dari seribu orang, dengan mayoritas merupakan siswi perempuan.
SMK CBM menawarkan enam program keahlian, yakni:
-
Keperawatan
-
Farmasi Klinis dan Komunitas
-
Perhotelan
-
Tata Boga
-
Teknologi Laboratorium Medik
-
Bisnis Daring dan Pemasaran
Meski berniat memberi pengalaman tak terlupakan bagi siswa, viralnya acara ini menunjukkan bahwa estetika dan simbolisme pendidikan perlu dikelola dengan bijak.
Tradisi akademik memiliki nilai filosofis tersendiri yang seharusnya dijaga, agar tidak terkesan sebagai formalitas semata atau ajang gaya-gayaan.
Ke depan, evaluasi menyeluruh terhadap konsep wisuda perlu dipertimbangkan oleh setiap institusi pendidikan agar tidak melenceng dari esensi yang seharusnya. (did)