Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Unggahan Instagram Terakhir Kolonel Antonius Hermawan Sebelum Gugur dalam Ledakan Amunisi di Garut, Bikin Haru

Damianus Bram • Selasa, 13 Mei 2025 | 17:50 WIB
Unggahan Terakhir Mendiang Kolonel Antonius.
Unggahan Terakhir Mendiang Kolonel Antonius.

SOLOBALAPAN.COM – Kabar duka menyelimuti TNI Angkatan Darat. Kolonel Cpl Antonius Hermawan, Kepala Gudang Pusat Amunisi 3 Pusat Peralatan TNI AD (Gupusmu III Puspalad), menjadi salah satu dari 13 korban jiwa dalam ledakan pemusnahan amunisi kadaluarsa di Desa Sagara, Cibalong, Garut, Jawa Barat, Senin (12/5/2025).

Sebelum gugur dalam tugas, unggahan terakhir Antonius Hermawan di Instagram mendadak menjadi sorotan publik.

Postingan tersebut menunjukkan momen hangat liburan bersama istri dan anaknya di Banda Neira.

Dalam video kolaborasi dengan akun anaknya, ia menyisipkan kutipan penuh makna dari Sutan Syahrir:

"Jangan mati sebelum ke Banda Neira," tulisnya sebagai keterangan unggahan.

Tak hanya itu, Kolonel Antonius juga sempat membagikan video kenangan saat bertugas di Maluku sebagai Kapaldam XVI/Pattimura.

“Sekilas kenangan di Tanah Maluku @paldam_pattimura 2022–2025,” tulisnya dalam caption.

Profil Singkat Kolonel Antonius Hermawan

Kolonel Cpl Antonius Hermawan adalah lulusan Akmil 1997

Jabatan terakhir: Kepala Gudang Pusat Amunisi III Puspalad

Pernah menjabat:

Kolonel Antonius dikenal sebagai prajurit berdedikasi tinggi. Ia meninggalkan seorang istri bernama Ira Antonius dan satu orang anak laki-laki.

Kronologi Ledakan Maut di Garut

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi ketika TNI AD melakukan pemusnahan amunisi yang dilakukan Jajaran Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD di Desa Sagara, pukul 09.30 WIB.

"Pada awal kegiatan secara prosedur telah dilaksanakan pengecekan terhadap personel maupun yang berkaitan dengan lokasi peledakan dan semuanya dinyatakan dalam keadaan aman," kata Wahyu dikutip dari laman antaranews (13/5/2025).

Setelah itu, personel membuat dua lubang sumur untuk dimasukkan amunisi milik TNI AD yang akan dimusnahkan dan kemudian diledakkan menggunakan detonator.

Peledakan di dua sumur berjalan dengan sempurna dan dalam kondisi aman.

Setelah itu, personel mengisi satu lubang yang telah disiapkan untuk menghancurkan detonator yang sebelumnya dipakai untuk meledakkan dua lubang sumur.

"Saat tim penyusun amunisi menyusun detonator di dalam lubang tersebut secara tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang," kata Wahyu.

Korban meninggal dunia akibat ledakan tersebut mencapai 13 orang, yakni 4 prajurit TNI AD dan 9 warga sipil.

 

Daftar 4 Prajurit TNI AD yang Gugur:

Insiden tersebut kini tengah diinvestigasi oleh TNI dan aparat berwenang. Lokasi kejadian juga telah disterilkan, mengingat masih ada kemungkinan bahan peledak aktif tersisa.

Kisah hidup dan pengabdian Kolonel Antonius Hermawan kini dikenang sebagai potret prajurit sejati.

Unggahannya yang penuh makna menjadi pesan abadi, meninggalkan jejak emosional bagi keluarga dan rekan-rekannya di TNI. (dam)

Editor : Damianus Bram
#Kolonel Antonius Hermawan #amunisi #ledakan #ledakan amunisi #Kolonel Cpl Antonius Hermawan