SOLOBALAPAN.COM – Jagat media sosial dihebohkan dengan unggahan seorang pengguna layanan Gojek yang mengalami kecelakaan serius akibat kelalaian pengemudi ojek online.
Pengalaman pahit ini dibagikan Michael Angelo Manurung yang kemudian diunggah ulang oleh akun X @neVerAl0nely.
Dalam rekaman CCTV yang diunggahnya, Michael mengungkapkan bahwa kecelakaan terjadi karena pengemudi tidak fokus.
Akibatnya, ia terkena palang parkir dan mengalami luka cukup parah.
Kecelakaan tersebut menyebabkan tulang nasal Michael retak dan membuatnya mengalami gangguan pernapasan.
Tak hanya itu, ia juga harus menjalani tiga tindakan medis besar untuk memulihkan kondisinya.
Namun yang bikin greget warganet adalah respons dari pihak Gojek melalui layanan call center-nya.
Menurut Michael, call center pertama hanya meminta bukti rekaman dan medis dikirim ke email, namun ternyata alamat tersebut adalah "no reply".
“Call center pertama: ‘bapak bisa kirim bukti rekaman dan bukti rekam medis ke email blablabla’ – yang ternyata email no reply.” tulis dalam unggahan tersebut.
Ketika ia menghubungi call center kedua untuk mengajukan banding atas biaya pengobatan, jawaban yang diterima pun tidak kalah mengecewakan.
“Call center kedua: ‘iya pak ini kan musibah’ – kata pihak call center ketika aku mengajukan banding biaya pengobatan untuk tiga tindakan.” lanjutnya.
Michael menyoroti minimnya empati, baik dari mitra pengemudi maupun dari perusahaan.
Bahkan, ia menilai Gojek gagal mengakui aspek kelalaian yang seharusnya menjadi tanggung jawab penyedia layanan.
“Baik mitra pengemudi atau korporatnya sama saja. Sama-sama tidak punya empati terhadap penumpang yang celaka.” ujar unggahan tersebut.
Dalam unggahannya di Instagram, Michael juga menyebut bahwa kecelakaan ini membuatnya trauma dan ragu untuk kembali menggunakan layanan ojek online.
Sementara itu, Gojek disebut hanya mampu memberikan Rp25 juta sebagai kompensasi, sesuai batas maksimal dari penyelenggara asuransi yang bekerja sama dengan platform tersebut.
“Pihak Gojek sendiri hanya siapkan 25 juta rupiah karena merupakan batas maksimal dari pihak penyelenggara asuransi,” kata Michael.
Michael berharap, melalui unggahan publik ini, Gojek bisa menunjukkan komitmen untuk benar-benar membantu korban kecelakaan, bukan hanya memberikan janji. (lz)
Editor : Laila Zakiya