SOLOBALAPAN.COM – Sebuah video viral memperlihatkan pesta kelulusan siswa SMKN 1 Tejakula, Buleleng, Bali, yang mengundang DJ wanita berpakaian seragam sekolah namun dengan tampilan seksi.
Momen ini sontak menuai sorotan publik, termasuk dari anggota DPD RI hingga Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bali.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak sang DJ menari mengikuti alunan musik bersama para siswa yang merayakan kelulusan.
Aksi tersebut memicu perdebatan netizen karena dianggap tidak pantas dilakukan dalam lingkungan pendidikan.
Anggota DPD RI Kritik Pesta Sekolah di Tengah Krisis
Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, mengecam keras aksi pesta kelulusan tersebut.
Melalui akun Instagram pribadinya, Arya mempertanyakan sensitivitas sekolah terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat saat ini.
"Tunggu AWK sidak ke sekolah yg doyan party….. Bali sedang prihatin, sing ada ekonomi mejalan, kok bisa-bisanya perpisahan sekolah begini," tulis Arya Wedakarna.
Ia menilai, di tengah upaya membangkitkan ekonomi Bali pascapandemi, pesta semacam ini bukanlah contoh pendidikan yang bijak.
Video ini pun menuai beragam komentar netizen. Beberapa menyayangkan penggunaan seragam sekolah oleh DJ di acara tersebut:
“Generasinya hancur kalau lama-lama seperti ini,” komentar seorang warganet.
“Boleh party, tapi tolong dong jangan pakai seragam sekolah,” tambah lainnya.
“Minimal jangan di sekolah. Kalau pakai dana pribadi, sewa venue di luar. Win-win solution,” saran netizen lain.
DJ Diah Krisna Minta Maaf: Saya Bukan Alumni
DJ yang tampil dalam pesta tersebut diketahui bernama Diah Krisna. Ia menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya @djdiahkrisna.
Diah menegaskan bahwa dirinya bukan siswa atau alumni SMKN 1 Tejakula.
“Saya dan kru hadir atas undangan dan dana kolektif siswa. Acara pun berjalan tertib dan selesai sesuai waktu,” ujar Diah dalam videonya.
Disdikpora Bali Akan Lakukan Evaluasi
Kepala Bidang SMK Disdikpora Bali, Crisna Adijaya, membenarkan bahwa acara tersebut berlangsung di SMKN 1 Tejakula.
Ia menyebut acara kelulusan itu diinisiasi oleh komunitas siswa dan berlangsung dari pukul 16.00 hingga 17.30 WITA.
“Mungkin dalam framing di media sosial terlihat kurang baik. Tapi setelah klarifikasi, diketahui seragam yang dikenakan DJ hanya mirip dengan seragam siswa,” ujar Crisna.
Ia menambahkan, acara tersebut bukan bagian dari agenda resmi sekolah dan berlangsung tanpa pengawasan pihak sekolah.
Disdikpora Bali berencana mengevaluasi agar acara kelulusan di masa depan lebih mengedepankan nilai-nilai budaya dan lingkungan hidup Bali. (dam)
Editor : Damianus Bram