SOLOBALAPAN.COM – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menanggapi tudingan keterlibatannya dalam mutasi jabatan Letjen TNI Kunto Arief Wibowo yang sempat menuai sorotan publik.
Kepada media, Jokowi membantah adanya cawe-cawe atau campur tangan dalam keputusan tersebut.
Letjen Kunto diketahui merupakan putra dari Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, yang belakangan ikut menyuarakan usulan pemakzulan terhadap Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Jokowi menegaskan bahwa mutasi jabatan di tubuh TNI adalah urusan internal militer dan melalui mekanisme yang sudah diatur.
"Saya tegaskan tidak ada sama sekali [campur tangan dalam mutasi], itu urusan internal TNI," ujar Jokowi di kediamannya.
Ia menambahkan bahwa semua proses mutasi pasti melibatkan Dewan Kebijakan Jabatan dan Kepangkatan (Wanjak).
"Kita semua tahu di situ ada Wanjak dan lainnya. Jadi tidak sembarangan," tegas mantan Wali Kota Solo tersebut.
Tidak Ada Kaitannya dengan Pemakzulan Gibran
Saat ditanya apakah mutasi Letjen Kunto ada kaitannya dengan wacana pemakzulan Wapres Gibran, Jokowi menegaskan tidak ada.
"Kewenangannya dari panglima tertinggi. Tidak ada [kaitannya dengan pemakzulan], tidak ada," ujarnya.
Mutasi Dibatalkan Sehari Setelah Diterbitkan
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto diketahui menganulir mutasi Letjen Kunto Arief Wibowo yang sebelumnya dipindahkan dari posisi Pangkogabwilhan I menjadi Staf Khusus KSAD.
Pembatalan ini tertuang dalam SK Panglima TNI Nomor Kep/554.a/IV/2025, yang ditandatangani pada 30 April 2025.
Surat ini sekaligus menggantikan SK sebelumnya Nomor Kep/554/IV/2025 yang terbit hanya sehari sebelumnya.
Langkah pembatalan mutasi inilah yang kemudian menimbulkan pertanyaan publik dan memunculkan spekulasi soal intervensi politik, yang kini telah dibantah langsung oleh Jokowi. (atn/dam)
Editor : Damianus Bram