Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Nekat Kirim Paket Maut Berisi Mayat Bayi via Ojol, Apa Motif Tersangka Kakak-Adik Pelaku Hubungan Inses di Medan?

Laila Zakiya • Sabtu, 10 Mei 2025 | 21:03 WIB

 

Viral! Driver Ojol di Medan Kirim
Viral! Driver Ojol di Medan Kirim

SOLOBALAPAN.COM – Warga Medan, Sumatera Utara, digemparkan oleh temuan mengerikan: seorang pengemudi ojek online (ojol) tanpa sadar mengantarkan paket yang ternyata berisi jasad bayi.

Kasus ini menjadi viral di media sosial dan menyita perhatian publik karena terungkap bahwa bayi malang itu merupakan hasil hubungan sedarah atau inses antara kakak dan adik kandung.

Kedua pelaku yang sudah diamankan adalah pria berinisial R (24) dan adiknya NH (21).

Mereka diduga kuat terlibat hubungan terlarang dan menjadi orang tua dari bayi tersebut.

Tindakan nekat mengirimkan mayat bayi menggunakan jasa ojol ke sebuah masjid memunculkan banyak pertanyaan tentang motif sebenarnya.

Kapolrestabes Medan, Kombes Gidion Arif Setyawan, menyebut saat paket tiba di lokasi pengantaran, yakni di Masjid Jamik Jalan Ampera III, Kecamatan Medan Timur, bayi sudah dalam keadaan meninggal dunia.

"Kita masih menunggu scientific investigation berikutnya, apakah yang menyebabkan kematian seorang bayi tersebut? Karena kondisinya sewaktu sampai di tempat ini sudah meninggal dunia," kata Gidion saat memberikan keterangan, dikutip dari detikSumut, Jumat (9/5/2025).

Lebih lanjut, Gidion menyebut kedua pelaku memesan layanan ojol pada Kamis (8/5) pukul 06.14 WIB dengan tujuan ke Jalan Ampera III.

Nama penerima dalam aplikasi ditulis sebagai “Putry” yang ternyata merupakan akun milik NH sendiri.

"Setelah sampai diletakkan di sini (masjid), marbot dan masyarakat sekitar tidak mengenali nama P dan R sesuai dalam aplikasi ojol tersebut. Aslinya adalah R dan NH. Yang memiliki ide untuk mengirim paket mayat bayi tersebut adalah abangnya, R," ujarnya.

Dari keterangan Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu Dearma Sinaga, terungkap bahwa motif pengiriman jenazah bayi ke masjid tersebut adalah agar bayi bisa dikuburkan oleh marbot, mengingat masjid itu berdekatan dengan area pemakaman.

"Supaya kalau misalnya dititipkan di masjid, nanti pihak marbot yang mengafani, kan dekat kuburan," kata Dearma.

Dearma juga menyebut lokasi masjid dipilih secara acak oleh R melalui Google.

Meski R dan NH tidak tinggal serumah, R diketahui kerap menemui NH dan melakukan hubungan badan berulang kali.

Sementara itu, kronologi dari sisi pengemudi ojol berinisial MYA juga cukup mengejutkan.

Menurut Kompol Rohani Tampubolon seperti dikutip dari Antara News, MYA menerima orderan dari aplikasi untuk mengantarkan bungkusan kain dengan tujuan kepada seseorang berinisial “P”.

"MYA menerima orderan dari aplikasi berupa sebuah bungkusan yang di dalam berisikan kain, setelah itu pemesan order tersebut mengarahkan tujuan ke seseorang penerima berinisial P," jelas Kompol Rohani.

Dengan tarif hanya Rp20 ribu, MYA mengantarkan paket ke Kecamatan Medan Timur.

Penerima, yang belakangan diketahui fiktif, meminta MYA untuk meletakkan bungkusan di masjid terdekat.

Saat komunikasi terputus dan warga sekitar tidak mengenali nama penerima, MYA akhirnya membuka paket dan terkejut mendapati wajah bayi di dalamnya.

“Langsung merapat ke arah masyarakat yang disaksikan oleh Kepala Lingkungan dan kemudian dilaporkan ke kepolisian,” ujar Kompol Rohani.

Kasus ini sontak menjadi viral setelah akun @\_miracleoflife membagikan unggahan pada 10 Mei 2025, lengkap dengan foto pelaku yang telah ditangkap.

"Astagfirullah! Ini orang pada stres apa gimana sih? Ternyata anak yang kemarin sempat viral di gosend-in itu ternyata hasil dari hubungan sedarah kakak-adik? Kasihan anaknya kalau sudah besar nanti kalau tau orang tuanya itu siapa," tulis akun tersebut.

Pihak berwenang telah menangkap R dan NH pada Jumat pagi, 9 Mei 2025. Iptu Dearma Sinaga membenarkan dugaan inses dalam kasus ini.

“Iya sudah (ditangkap), diduga itu (inses), pelaku nya abang adik, ini masih pendalaman,”* ujar Dearma.

“Enggak tinggal bareng, tapi berulang kali melakukan hubungan badan,” tambahnya. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #ojol #inses #medan