SOLOBALAPAN.COM – Warga Medan, Sumatera Utara, dikejutkan dengan kabar mengerikan, yakni seorang driver ojek online (ojol) tanpa sadar mengantarkan paket yang ternyata berisi jenazah bayi.
Belakangan terungkap, bayi malang tersebut adalah hasil hubungan inses atau hubungan terlarang antara kakak dan adik kandung.
Peristiwa mengejutkan ini bermula saat seorang ojol berinisial MYA menerima pesanan pengantaran dari aplikasi.
"MYA menerima orderan dari aplikasi berupa sebuah bungkusan yang di dalam berisikan kain, setelah itu pemesan order tersebut mengarahkan tujuan ke seseorang penerima berinisial P," jelas Kompol Rohani Tampubolon yang dikutip dari Antara News.
Dengan ongkos hanya Rp20 ribu, MYA melaju menuju Kecamatan Medan Timur.
Pemesan, yang diketahui berinisial R, sempat terlihat menaiki angkot menuju arah fly over Medan.
Sementara itu, sesampainya di lokasi pengantaran, penerima paket, P, hanya meminta MYA meletakkan bungkusan di halaman atau masjid terdekat.
Namun karena komunikasi dengan penerima tiba-tiba terputus dan warga sekitar tak mengenali nama P, MYA akhirnya membuka bungkusan tersebut.
Ia terkejut melihat wajah bayi dari dalam bungkusan.
“Langsung merapat ke arah masyarakat yang disaksikan oleh Kepala Lingkungan dan kemudian dilaporkan ke kepolisian,” ujar Kompol Rohani.
Kasus ini sontak viral di media sosial setelah akun @\_miracleoflife membagikan unggahan pada 10 Mei 2025.
Dalam cuitannya, ia mengunggah potret pelaku yang telah diamankan polisi.
"Astagfirullah! Ini orang pada stres apa gimana sih? Ternyata anak yang kemarin sempat viral di gosend-in itu ternyata hasil dari hubungan sedarah kakak-adik? Kasihan anaknya kalau sudah besar nanti kalau tau orang tuanya itu siapa," tulis akun tersebut.
Polisi telah mengamankan dua pelaku yang merupakan kakak beradik, berinisial NH dan R, pada Jumat pagi, 9 Mei 2025.
“Iya sudah (ditangkap), diduga itu (inses), pelaku nya abang adik, ini masih pendalaman,” ujar Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu Dearma Sinaga saat dikonfirmasi.
Dearma menjelaskan bahwa NH dan R tidak tinggal serumah, namun R sering menemui NH dan melakukan hubungan badan berulang kali.
“Enggak tinggal bareng, tapi berulang kali melakukan hubungan badan,” ujarnya.
Kasus ini menimbulkan kemarahan warga. Saat penangkapan, banyak masyarakat berkumpul dan meneriaki kedua pelaku karena kesal atas perbuatan mereka.
Kini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terhadap kasus tragis ini. (lz)
Editor : Laila Zakiya