SOLOBALAPAN.COM – Jagat media sosial dihebohkan dengan video yang memperlihatkan adu mulut antara petugas Bea Cukai dan oknum polisi di jalan akses Jembatan Suramadu, Rabu (7/5/2025).
Kedua petugas tersebut berebut mengamankan mobil boks yang diduga membawa muatan rokok ilegal.
Video tersebut ramai beredar di berbagai platform, mulai dari Instagram hingga X (dulu Twitter), salah satunya diunggah oleh akun @maduratrending di Instagram.
Dalam video, tampak dua pria—satu mengenakan topi, satu lagi berambut gondrong—berteriak lantang dan terlibat adu argumen sengit di sekitar mobil Mitsubishi Colt L300 bernomor polisi W 8188 DU.
Diduga Rebutan "Lahan Basah"
Insiden itu sontak menuai reaksi keras dari warganet. Banyak yang menyayangkan kedua aparat negara terlibat konflik di tempat umum, alih-alih bekerja sama memberantas peredaran barang ilegal.
"Pasti gak ada urusannya sama duit!! Mereka hanya berlomba-lomba untuk berbuat baik," sindir akun X @ARNEMOLOGY.
"Mau berprasangka baik kok susah," tulis akun @Bersinar2023.
Sebagian netizen bahkan mencurigai bahwa oknum polisi berambut gondrong yang ada di lokasi adalah backing dari pengusaha rokok ilegal.
"Ketebak alurnya... yang punya barang koncoan coklat. BB diamankan lanjut 86," tulis akun @Galihwindiharso, menyebut kode populer untuk kompromi di lapangan.
Kronologi Versi Bea Cukai
Melansir laporan Radar Madura (Grup Jawa Pos), kejadian itu dibenarkan oleh pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madura.
Menurut Humas KPPBC TMP C Madura, Megatruh Yoga Brata, mobil boks tersebut berhasil dihentikan petugas setelah dilakukan pengintaian intensif.
Kendaraan tersebut diduga akan mengirim rokok ilegal ke wilayah Surabaya.
“Setiba di akses Jembatan Suramadu, mobil tersebut lalu diberhentikan,” ujar Megatruh.
Namun saat proses pemeriksaan berlangsung, muncul mobil Toyota Innova hitam yang mendekat dan menghampiri petugas.
Di dalamnya, seorang pria berbaju putih dan berambut gondrong mengaku sebagai anggota Polrestabes Surabaya.
“Orang tersebut mencoba mengintervensi proses penindakan,” jelas Megatruh.
Keributan pun tak terelakkan. Kedua pihak terlibat adu mulut dan saling dorong, bahkan oknum tersebut sempat meminta sopir mobil boks untuk meneruskan perjalanan ke Surabaya, yang ditolak oleh petugas Bea Cukai.
Netizen: Rebutan Duit Haram!
Adu argumen dua petugas tersebut memicu kecurigaan publik. Kejadian ini sempat masuk jajaran trending, dengan banyak warganet menuding adanya perebutan "lahan basah" antara dua institusi yang semestinya bersinergi.
"Rebutan duit haram," tulis akun X @awanrakyat dengan nada kesal.
Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Polrestabes Surabaya mengenai klaim oknum anggotanya yang terlibat insiden tersebut. (dam)
Editor : Damianus Bram