SOLOBALAPAN.COM - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atas kepergian Alamuddin Dimyati Rois, atau yang akrab disapa Gus Alam.
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB ini tutup usia pada Selasa, 6 Mei 2025, dalam usia 44 tahun setelah dirawat selama lima hari akibat kecelakaan lalu lintas.
Gus Alam mengalami luka serius setelah mobil Toyota Innova yang ditumpanginya menabrak bagian belakang truk fuso di KM 315+900 Jalur A Tol Pemalang-Batang, tepatnya di Desa Karangasem, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang.
Insiden tersebut terjadi pada Jumat dini hari, 2 Mei 2025 pukul 02.40 WIB.
Ungkapan Duka dari PKB
Melalui akun resmi X (Twitter) @DPP_PKB, Partai Kebangkitan Bangsa menyampaikan belasungkawa yang mendalam.
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Keluarga besar PKB berduka sedalam-dalamnya atas wafatnya Gus Alamuddin Dimyati Rois, Anggota DPR RI Fraksi PKB,
pengasuh Ponpes Al-Fadllu wal Fadilah Kaliwungu dan putra ulama besar almaghfurlah KH Dimyati Rois,” tulis mereka.
Pesan itu dilanjutkan dengan penghormatan terhadap dedikasi dan pengabdian Gus Alam selama hidupnya.
"Gus Alam adalah sosok muda yang bersahaja, penuh dedikasi dan teguh mengabdi pada umat dan bangsa. Semoga amal ibadahnya diterima, dosanya diampuni, dan perjuangannya menjadi inspirasi bagi generasi penerus. Al-Fatihah," lanjut pernyataan tersebut.
Silsilah dan Kehidupan Pribadi Gus Alam
Gus Alam berasal dari keluarga pesantren yang sangat dihormati di Jawa Tengah.
Ia merupakan anak dari KH Dimyati Rois, ulama kharismatik yang dikenal sebagai pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadllu wal Fadhilah di Kaliwungu, Kabupaten Kendal.
Berikut susunan keluarga Gus Alam:
- Ayah: KH Dimyati Rois (ulama besar dan pengasuh Ponpes Al-Fadllu wal Fadhilah)
- Istri: Aslikh Rina Ulyaddin
- Anak: Zainab (putri semata wayang)
Mewarisi jejak ayahnya, Gus Alam juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadllu Wal Fadhilah 2 yang berlokasi di Srogo Sidorejo, Kendal.
Selain mengabdi di dunia pendidikan pesantren, ia meniti karier politik yang panjang dan konsisten melalui Partai Kebangkitan Bangsa, mewakili Dapil Jawa Tengah 1 selama empat periode.
Warisan Sosok Gus Alam bagi Umat
Sosok Gus Alam dikenang sebagai pribadi religius, rendah hati, dan penuh komitmen terhadap pelayanan publik.
Ia menjadi penghubung antara aspirasi umat di akar rumput dengan kebijakan di tingkat nasional.
Keteladanan dan kontribusinya, baik di bidang keagamaan maupun politik, menjadi warisan penting bagi generasi muda NU dan PKB.
Kepergiannya tak hanya menyisakan duka mendalam, namun juga meninggalkan teladan perjuangan seorang santri sekaligus negarawan yang menjadikan nilai-nilai pesantren sebagai fondasi dalam membangun bangsa. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo